Rabu, 11 Oktober 2017

Jasa Publikasi Jurnal: Kriteria Jurnal Scopus Yang Diakui Dikti

Filled under:



Publikasi jurnal internasional merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional dalam meningkatkan ketersediaan jurnal indonesia. Artikel yang dipublikasikan akan mendapatkan penghargaan dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya. Pada tahun 2019 Indonesia menargetkan sekitar 30Ribu KTI dapat dipublikasikan ke jurnal scopus.

Masih banyak kampus yang mungkin masih belum menyesuaikan  dengan keadaan ini. Peraturan DIKTI tetang kewajiban publikasi karya tulis ilmiah terutama yang terindex scopus. Terbukti banyak pengguna jasa kami yang salah memilih jurnal baik pemilihan dilakukan sendiri atau dengan bantuan jasa. 

Mungkin banyak pertanyaan, bagaimana jurnal scopus yang diakui dikti? Jurnal internasional itu sangat banyak macamnya dan banyak publishernya. Dikti hanya mengakui jurnal yang terindex scopus dalam artian terbitan dari Universitas Luar Negeri atau dari Publisher bereputasi. Universitas luar negeri yang jurnalnya banyak terindex scopus misalnya jurnal terbitan Oxford University, Cambridge University dll. Sedangkan dari publisher bereputasi yaitu Elsevier, Springer, Taylor Francis, Emeraldinsight, Wiley Online Library. Selain dari itu harap anda berhati hati. Banyak sekali jurnal internasioal yang terindex scopus tapi dianggap predator. Jurnal yang terindex scopus pasti jika anda mencarinya di SCIMAGOJR.COM anda akan menemukan nama jurnal tersebut terindex.

Salah satu ciri jurnal predator scopus yaitu artikel anda tidak mengalami review yang sebenarnya. Dalam artian artikel penelitian model apapun pasti akan gampang masuknya. Padalah jika anda masukkan ke jurnal bereputasi yang saya sebutkan selain hasil review lama tingkat penerimaannya tidak sampai 20% dengan jurmal artikel yang masuk lebih dari 100. Artikel yang masuk jurnal scopus memang harus benar-benar artikel yang berkualitas, bukan hasil plagiaris, ada kebaharuan, dan analisis yang tepat.

Di scopus pun ada tingkatan seperti q1-q4 yang menurut kebanyakan orang-orang memang q4 yang termudah. Menurut saya ada benarnya. Tetapi kebanyakan orang beranggapan bahwa artikel apa saja meskipun banyak plagiasinya dan berantakan dalam penulisannya bisa masuk q4. Ini adalah anggapan yang salah kaprah di kalangan akademik. Jurnal yang sudah terindex scopus mereka akan selalu mempertahankan kualitas jurnalnya. Jika penyedia jurnal asal menerima artikel dan jika ketahuan akan dapat menurunkan reputasi jurnal dan akan di hilangkan dari index scopus. Jadi jika ada yang beranggapan bahwa menembus Q4 scopus adalah mudah itu adalah salah besar.

Akhir kata jika anda ingin menerbitkan artikel bidang scopus pastikan artikel yang anda susun benar-benar berkualitas, ada kebaharuan baik metode, teori, produk atau pengembangan dari penelitian sebelumnya yang mampu memberikan konstibusi penelitian secara internasional.

Untuk itu anda harus berhati-hati dan cerdas menggunakan jasa publikasi jurnal internasional dan jasa lain secara online

Incoming search terms:
jurnal bereputasi dikti
kriteria jurnal bereputasi
jasa publikasi jurnal bereputasi
jasa publikasi jurnal berputasi dikti
jasa publikasi jurnal scopus
jasa publikasi
kriteria jurnal scopus diakui dikti
kriteria jurnal bereputasi versi dikti
jasa publikasi jurnal nasional terakreditasi dikti
jasa terjemah jurnal internasional scopus
jasa pencarian jurnal scopus

0 komentar:

Posting Komentar