Sabtu, 02 Oktober 2021

Iklan dan Aspek Perilaku Konsumtif Konsumen Makalah Bikintugas

Filled under:


Definisi Iklan

Menurut Morissan (2010) iklan merupakan bentuk komunikasi nonpersonal tentang organisasi, produk, pelayanan, atau ide yang membayar media iklan/sponsor untuk di sebarluaskan. Artinya jika ingin menampilkan iklan suatu produk berupa barang atau jasa maka penyedia produk atau perusahaan membayar media iklan atau sponsor, (Rangkuti, 2009). Sebagai contoh mie sedap membayar saluran televisi Indonsiar untuk menampilkan iklan miliknya. Iklan merupakan cara terbaik untuk membangun citra jangka panjang produk atau perusahaan yang dapat menimbulkan keinginan membeli (Tjiptono, 2001). Iklan juga dapat berperan untuk mendidik dan membangun pemahaman tentang merek produk sehingga memiliki daya saing terhadap produk lain. Iklan digunakan untuk mempromosikan suatu produk secara umum yang menyajikan ide, bentuk produk atau jasa secara umum oleh perusahaan tertentu dengan membayar media pengiklan, (Kotler, 2002). 

Berdasarkan pengertian beberapa ahli diatas dapat diambil kesimpulan bahwa iklan merupakan kegiatan mempromosikan suatu produk baik barang atau jasa agar masyarakat dapat mengenal dan memahami tentang merek produk yang disampaikan melalui media tertetentu missal televisi.

Aspek perilaku konsumtif

  1. Pembelian impulsive menunjukkan bahwa seorang membeli semata-mata karena hasrat yang tiba-tiba muncul dan sifatnya hanya sesaat. Sehingga kebanyakan orang melakukan tanpa pertimbangan terlebih dahulu dan tidak memikirkan apa yang akan terjadi kemudian karena dipengaruhi emosinalnya. Pendapat lain mengatakan bahwa impulsive buying merupakan perilaku orang dimana orang tersebut tidak merencanakan sesuatu dalam berbelanjan, (Kharis, 2011). Selain itu pembelian impulsive juga terjadi karena desakan tiba-tiba yang memiliki sifat yang kuat dan menetap untuk membeli sesuatu dengan segera . Keinginan membeli yang kuat merupakan salah satu sifat foya-foya yang dapat memicu konflik emosional sehingga pembelian impulsive mudah terjadi karena adanya keinginan membeli yang kuat. Karakteristinya yaitu, 1) spontanitas, 2) kekuatan, kompulsi, itensitas, 3) gairah dan stimulasi, 4) ketidak pedulian akan akibat.
  2. Perilaku konsumtif disebut juga sebagai pemborosan karena banyak biaya yang dikeluarkan tanpa disadari untuk memiliki barang atau menikmati jasa tertentu. Boros adalah membelanjakan sesuatu tidak tepat dan melebihi ukuran yang semestinya. Misalkan membeli minuman berbagai jenis rasa, padahal belum tentu di minum semuanya. 
  3. Perilaku konsumtif didasari mencari kesenangan merupakan perilaku membeli suatu produk dilakukan karena untuk mencari kesenangan semata. Salat satu yang dicari adalah kenyamanan fisik dimana orang akan merasa senang jika memiliki suatu produk tertentu. Misal seorang siswa membeli smartphone yang paling mahal karena merasa dia orang kaya jika dia memilikinya dan berbeda dengan yang lainnya.
Note:
Disini bikintugas juga melayani jasa pembuatan artikel dari skripsi tentang iklan dan perilaku konsumtif konsumen dan juga mengurangi plagasi. Untuk menggunakan tulisan ini mohon dirubah kalimatnya.

Daftar Pustaka

Morissan. 2010. Periklanan Komunikasi Pemasaran Terpadu. Jakarta: Ramdina Prakarsa.

Kotler, P. 2002. Manajemen Pemasaran, Jilid 1, Edisi Milenium. Jakarta: Prehallindo.

Rangkuti, F. 2009. Strategi Promosi yang Kreatif dan Analisis Kasus Integrated Marketing Communication. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

Tjiptono, F. 2001. Strategi Pemasaran. Edisi Pertama. Yogyakarta: Andi Ofset.