Jumat, 01 Oktober 2021

Tentang Prestasi Kerja dan Hubungannya dengan Kompensasi pada Karyawan

Filled under:



Kompensasi

Perusahaan memberikan penghargaan terhadap prestasi kerja karyawan yaitu dengan  memberikan kompensasi. Menurut Hasibuan (2012) “Kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada perusahaan”. Menurut Cascio F. Wayne dalam Mangkuprawira (2004) “Kompensasi meliputi bentuk pembayaran tunai langsung, pembayaran tidak langsung dalam bentuk manfaat karyawan dan insentif untuk memotivasi karyawan agar bekerja keras untuk mencapai produktivitas yang semakin tinggi”. Berdasarkan pendapat para ahli di atas mengenai definisi kompensasi tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kompensasi adalah segala sesuatu yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan, sebagai balas jasa atau imbalan atas kinerja yang dihasilkan oleh karyawan, untuk kepentingan perusahaan.

Prestasi Kerja

Ukuran terakhir keberhasilan dari suatu perusahaan adalah prestasi kerja. Karena baik departemen itu sendiri maupun karyawan memerlukan umpan balik atas upayanya masing-masing, maka prestasi kerja dari setiap karyawan perlu dinilai. Menurut Hasibuan (2008) menyatakan bahwa: “Prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas–tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan serta waktu”. Sedangkan menurut Sutrisno (2011) “prestasi kerja adalah sebagai hasil kerja yang telah dicapai oleh seseorang dari timgkah laku kerjanya dalam melaksanakan aktifitas” Berdasarkan beberapa pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa prestasi kerja merupakan hasil yang dapat dicapai seseorang di dalam melakukan pekerjaan yang menjadi tugasnya yang didasari oleh pengetahuan, sikap, keterampilan dan motivasi.

Hubungan Kompensasi dengan Prestasi Kerja

Suatu pemberian Kompensasi baik finansial maupun non finansial merupakan faktor penting untuk dapat menarik, memelihara maupun mempertahankan tenaga kerja bagi kepentingan organisasi. Prestasi kerja karyawan seringkali sangat tergantung pada tingkat balas jasa yang diberikan oleh perusahaan, karena dengan pemberian balas jasa yang lebih tinggi atau besar pekerja mampu meningkatkan prestasi kerjanya agar bekerja lebih keras lagi. Menurut Simamora (2006) “individu termotivasi untuk bekerja manakala dia merasa bahwa imbalan didistribusikan secara adil. Semakin mereka diimbali secara berimbang dengan karyawan-karyawan lain yang memegang jabatan yang sama semakin mereka menghargai pekerjaan di dalam organisasi mereka. Dari pernyataan di atas dapat diektahu hipotesis dari penelitian ini yaitu: 1) H1: diduga terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel kompensasi finansial langsung (X1), kompensasi tidak langsung (X2) terhadap prestasi kerja (Y), 2) H2: diduga variabel kompensasi finansial langsung (X1) berpengaruh secara parsial terhadap prestasi kerja (Y), 3) H3: diduga variabel kompensasi finansial tidak langsung (X2) berpengaruh secara parsial terhadap prestasi kerja (Y).

Referensi / Daftar Pustaka
Hasibuan, M.S.P. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi revisi. Jakarta: PT. Bumi Aksara
Hasibuan, M.S.P. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi revisi. Jakarta: PT. Bumi Aksara
Mangkuprawira, S. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia Strategik. Bogor: Ghalia Indonesia.
Simamora, H. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi III. Yogyakarta : STIE YKPN.
Sutrisno, E. 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Kencana

Admin Yuda Iswanto 
No Telp : 081515147161 (whatsap)
E-mail :bikintugasku@gmail.com