Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Oktober 2017

Jasa Publikasi Jurnal: Kriteria Jurnal Scopus Yang Diakui Dikti

Filled under:



Publikasi jurnal internasional merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional dalam meningkatkan ketersediaan jurnal indonesia. Artikel yang dipublikasikan akan mendapatkan penghargaan dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya. Pada tahun 2019 Indonesia menargetkan sekitar 30Ribu KTI dapat dipublikasikan ke jurnal scopus.

Masih banyak kampus yang mungkin masih belum menyesuaikan  dengan keadaan ini. Peraturan DIKTI tetang kewajiban publikasi karya tulis ilmiah terutama yang terindex scopus. Terbukti banyak pengguna jasa kami yang salah memilih jurnal baik pemilihan dilakukan sendiri atau dengan bantuan jasa. 

Mungkin banyak pertanyaan, bagaimana jurnal scopus yang diakui dikti? Jurnal internasional itu sangat banyak macamnya dan banyak publishernya. Dikti hanya mengakui jurnal yang terindex scopus dalam artian terbitan dari Universitas Luar Negeri atau dari Publisher bereputasi. Universitas luar negeri yang jurnalnya banyak terindex scopus misalnya jurnal terbitan Oxford University, Cambridge University dll. Sedangkan dari publisher bereputasi yaitu Elsevier, Springer, Taylor Francis, Emeraldinsight, Wiley Online Library. Selain dari itu harap anda berhati hati. Banyak sekali jurnal internasioal yang terindex scopus tapi dianggap predator. Jurnal yang terindex scopus pasti jika anda mencarinya di SCIMAGOJR.COM anda akan menemukan nama jurnal tersebut terindex.

Salah satu ciri jurnal predator scopus yaitu artikel anda tidak mengalami review yang sebenarnya. Dalam artian artikel penelitian model apapun pasti akan gampang masuknya. Padalah jika anda masukkan ke jurnal bereputasi yang saya sebutkan selain hasil review lama tingkat penerimaannya tidak sampai 20% dengan jurmal artikel yang masuk lebih dari 100. Artikel yang masuk jurnal scopus memang harus benar-benar artikel yang berkualitas, bukan hasil plagiaris, ada kebaharuan, dan analisis yang tepat.

Di scopus pun ada tingkatan seperti q1-q4 yang menurut kebanyakan orang-orang memang q4 yang termudah. Menurut saya ada benarnya. Tetapi kebanyakan orang beranggapan bahwa artikel apa saja meskipun banyak plagiasinya dan berantakan dalam penulisannya bisa masuk q4. Ini adalah anggapan yang salah kaprah di kalangan akademik. Jurnal yang sudah terindex scopus mereka akan selalu mempertahankan kualitas jurnalnya. Jika penyedia jurnal asal menerima artikel dan jika ketahuan akan dapat menurunkan reputasi jurnal dan akan di hilangkan dari index scopus. Jadi jika ada yang beranggapan bahwa menembus Q4 scopus adalah mudah itu adalah salah besar.

Akhir kata jika anda ingin menerbitkan artikel bidang scopus pastikan artikel yang anda susun benar-benar berkualitas, ada kebaharuan baik metode, teori, produk atau pengembangan dari penelitian sebelumnya yang mampu memberikan konstibusi penelitian secara internasional.

Untuk itu anda harus berhati-hati dan cerdas menggunakan jasa publikasi jurnal internasional dan jasa lain secara online

Incoming search terms:
jurnal bereputasi dikti
kriteria jurnal bereputasi
jasa publikasi jurnal bereputasi
jasa publikasi jurnal berputasi dikti
jasa publikasi jurnal scopus
jasa publikasi
kriteria jurnal scopus diakui dikti
kriteria jurnal bereputasi versi dikti
jasa publikasi jurnal nasional terakreditasi dikti
jasa terjemah jurnal internasional scopus
jasa pencarian jurnal scopus

Posted By Yuda IswantoOktober 11, 2017

Senin, 14 Agustus 2017

Jurnal Bukan Predator Publish Cepat, ADA?

Filled under:

 
Kebutuhan publikasi karya tulis ilmiah di Indonesia semakin besar. Tetapi tidak dibarengi dengan ketersediaan jurnal terakreditasi Dikti di Indonesia. Banyak yang mengalami trauma karena jurnal internasional tidak diterima karena disebut jurnal predator. Banyak sekali mahasiswa S2 yang menggunakan jasa publikasi jurnal internasional bikintugas meminta yang LOA (Letter of acceptance) nya cepat dan tidak termasuk dalam kategori predator. Apakah ada yang demikian?

Kadang team bikintugas merasa kesulitan jika harus ditarget berapa lama harus dapat LOA atau artikel sudah publish. Pengguna jasa umumnya masih awam dalam publikasi jurnal sehingga  mereka perlu diberikan pengarahan lebih lanjut tentang publikasi jurnal internasional ini. Cepat dan tidaknya LOA yang akan didapatkan itu tergantung beberapa faktor yaitu:
  1. Periode publikasi jurnal ( 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan,dst)
  2. Lamanya proses review
  3. Kualitas artikel
  4. Kualitas Jurnal (Jurnal baik atau bukan)
  5. Keputusan editor
  6. dll
Jika ada yang cepat kemungkinan memang artikel anda bagus dan dalam memasukkan artikel tidak ada yang salah. Tetapi jika anda membutuhkan jurnal yang bukan predator dan minta publish atau dapat LOA dengan cepat jangan berharap lebih. Jika itu jurnal saya yang buat maka saya dengan senang hati menerima artikel anda. Tetapi itu jurnal orang lain, setidaknya kita harus patuh aturan jurnal tersebut agar mereka menghargai penelitian yang kita masukkan.

Apalagi jika sasaran anda jurnal yang terindex scopus dalam artian jurnal bereputasi yang disarankan oleh dikti seperti Elsevier, Taylor Francis, Springer dkk, harap anda baca Publikasi scopus cepat, adakah? << sebagai pengetahuan dan informasi pembaca. Jurnal bereputasi akan mereview artikel dengan ketat. Apalagi jika karya ilmiah yang akan publikasikan tidak ada kebaharuan dalam artian anda menggunakan penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya hanya berbeda variabel atau lokasi penelitian saja. Itu namanya bukan kebaharuan, tetapi penelitian ulang. Jelas artikel seperti itu tidak akan diterima jurnal yang bereputasi. Kalau jurnal yang index di bawahnya kemungkinan masih bisa.

Belum lagi kualitas artikel yang tidak tentu bagus. Dalam artian banyak unsur plagiasi. Kebanyakan artikel yang masuk itu banyak unsur plagiasinya baik sedikit,sedang, sampai parah. Hal ini terbukti dalam kutipan yang tidak dicantumkan di daftar pustaka atau jumlah kutipan tidak sesuai dengan daftar pustaka. Ini merupakan salah satu hal kecil dari sebagian besar plagiarism di Indonesia. 

Yang paling membingungkan team bikintugas yaitu ketika pengguna jasa meminta cepat dapat LOA atau publish dan minta bukan jurnal predator apakah ada? 

jika pembaca bisa menjawab pertanyaan di bawah ini, maka itu juga merupakan jawaban dari pertanyaan di atas:

Apakah jurnal itu milih bapak kamu??............. 

Itu tadi hanyalah sekedar informasi tentang publikasi jurnal internasional dan sebenarnya juga berlaku untuk yang nasional juga. Jika ada pertanyaan lebih lanjut mengenai publikasi jurnal nasional atau internasional, jangan sungkan untuk menghubungi admin bikintugas di bawah ini!

Yuda Iswanto
No Telp : 081515147161 (whatsap, sms, call)
E-mail : bikintugasku@gmail.com
 
Banyak sekali jasa yang bisa kami tawarkan kepada anda. Kami tidak hanya melayani jasa terjemah saja masih banyak jasa lain seperti Jasa PengetikanJasa Terjemah ArabJasa Publikasi Jurnal InternasionalJasa Pembuatan Power Pointjasa terjemah bahasa jawaJasa membuat artikel jurnal  dan masih banyak lagi pelayanan yang bisa kami berikAn untuk anda, silahkan anda menjelajah di website ini. Atau mungkin ada pekerjaan lain yang tidak ada di list kami juga bisa membantu anda. Kami ada disini tujuannya memang untuk meringankan beban tugas dan pekerjaan anda. 

Layanan baru yaitu jasa persewaan alat camping seperti tenda, tas carrier, sandal gunung dll.

Incoming search terms:
jasa publikasi jurnal nasional
jasa publikasi jurnal internasional terindex
jasa publikasi jurnal bukan predator
cara publikasi jurnal internasional
jasa publikasi jurnal terindex scopus
jasa publikasi jurnal bereputasi
jasa publikasi jurnal nasional terakreditasi dikti
jasa publikasi jurnal nasional bereputasi
jasa publikasi jurnal bereputasi
jasa publikasi jurnal inter
jasa publikasi jurnal terakreditasi dikti
jasa publikasi karya tulis ilmiah
jasa publikasi jurnal
jasa mendapatkan LOA jurnal internasional
jasa mendapatkan LOA publikasi jurnal


Posted By Yuda IswantoAgustus 14, 2017

Minggu, 06 Agustus 2017

Pilih Publikasi Jurnal Nasional atau Jurnal Internasional?

Filled under:



Publikasi artikel ilmiah merupakan salah satu keharusan bagi mahasiswa dan dosen sebagai perwujudan profesionalisme dalam bidang akademis. Bagi mahasiswa terutama S2 publikasi artikel ilmiah baik dari tesis atau mahasiswa S3 dari disertasi merupakan suatu keharusan. Bagi dosen sendiri publikasi karya tulis ilmiah merupakan kewajiban dan dapat digunakan untuk kenaikan jabatan. Ada beberapa opsi yang bisa digunkan dalam hal ini yaitu publikasi di jurnal nasional terakreditasi dikti dan jurnal internasional terindex.

Kita akan membahas sekilas publikasi jurnal nasional terakreditasi dikti:
Jurnal nasional terakreditasi sangat banyak sekali di Indonesia seperti Al-jamiah: Journal of Islamic Studies yang telah terindex scopus dan jurnal lainya yang masih banyak lagi dari akreditasi A sampai B. Permasalahannya adalah kebutuhan publikasi lebih banyak dibandingkan ketersediaan jurnal di Indonesia. Setiap kampus di fakultas masing-masing pasti memiliki jurnalnya sendiri-sendiri, tetapi nyatanya tidak mampu menampung karena kewajiban publikasi sehingga artikel yang masuk lebih banyak daripada jurnal yang tersedia. Pilihan yang lain adalah mengirimkan artikel ilmiah anda ke jurnal lain atau ke jurnal universitas lain. Apakah semudah itu? Jawabannya jelas tidak.

Logikanya setiap dosen memiliki kewajiban publikasi beserta mahasiswanya. Lebih baik mempublikasikan karya ilmiah dari mahasiswa dan dosen universitas sendiri daripada mahasiswa kampus lain. Selain itu dari luar negeri juga mulai melirik jurnal dari indonesia, karena saat ini banyak jurnal indonesia yang berbahasa internasional yaitu bahasa inggris. Pemilik jurnal akan lebih memprioritaskan artikel ilmiah dari luar negeri karena dapat meningkatkan kredibilitas jurnalnya dan mungkin juga kualitas artikel dari luar negeri bisa dibilang lebih baik. Selain itu di indonesia sendiri banyak sekali plagiat-plagiat yang tidak terkira jumlahnya. Seperti misalnya menggunakan metode dan teori sama hanya merubah tempat penelitian dan apakah penelitian seperti itu berkualitas? dan yang paling unik lagi, artikel seperti itu minta publikasi dengan index Scopus dan Thomshon Reuters yang selalu melekat pada jurnal bereputasi. 

Daripada itu jurnal nasional paling banyak terbit 4 kali dalam setahun atau per 3 bulan sekali,tetapi jurnal yang seperti itu sangat jarang sekali. Umunya 6 bulan sekali atau 4 bulan sekali.  Bayangkan jika anda mengirimkan artikel ke jurnal itu berapa lama artikel anda  akan di respon, dan belum tahu anda ada di antrian ke berapa. Tiap jurnal juga membatasi artikel yang masuk agar konsisten, misal 15 Artikel per volume. Sedangkan yang memasukkan artikel lebih dari itu, bagaimana nasib artikel anda?

Jurnal Internasional Terindex
Banyak sekali jurnal internasional yang bertebaran di google search enggine dari yang bereputasi sampai yang dianggap oleh predator yang kini websitenya telah punah (baca: jurnal predator). Jurnal internasional salah satu opsi jika jurnal nasional terakreditasi dikti sudah tidak bisa menampung artikel yang masuk karena banyaknya kepetingan. Jurnal nasionalpun juga tidak banyak yang bisa anda masukkan karena anggapan jurnal predator yang telah meluas karena salah satu website yang kini telah punah yaitu di scholarlyoa.com yang telah menjadi rujukan para akademisi dunia meski banyak pro dan kontra. Dikti menyaratkan untuk mahasiswa S3 wajib untuk publikasi scopus dan mahasiswa S2 juga tergantung kebijakan dosen atau universitas. Untuk S2 sendiri sepertinya tidak terlalu berat cukup publikasi jurnal nasional terakreditasi dikti atau jurnal internasional terindex. Tetapi ada juga universitas yang mengharuskan publikasi jurnal internasional terindex scopus atau Thomson reuters entah itu karena untuk kepentingan dosennya atau memang ketentuan kampus tetapi untuk mahasiswa S2 yang umumnya penelitiannya sangat jarang ada kebaharuan dan bahkan masih banyak plagiarism menembus scopus dan thomson reuters adalah hal yang hampir mustahil, karena jurnal bereputasi benar2 mereview artikel masuk dengan sangat ketat sehingga hanya artikel yang ada kebaharuan yang bisa masuk. 

Jika jurnal nasional sudah tidak memungkinkan lagi sebagai sasaran sudah saat nya beralih ke jurnal internasional terindex. Karena banyak sekali pilihan yang bisa ditemukan sebagai alternatif agar dapat mempublikasikan artikel ilmiah anda. Mungkin ada istilah jurnal predator dan jurnal bereputasi. Jurnal bereputasi pasti terindex scopus atau thomson reuters seperti (elsevier, taylor francis, emeraldinsight, springger, dll). Pertanyaanya apakah artikel yang tidak ada kebaharuan bisa masuk jurnal bereputasi? tentu saja mereka hanya memilih artikel yang benar2 berkualitas dalam artian ada kebaharuan dan berguna bagi bidang ilmu pengetahuan. Sebenarnya jurnal predator itulah yang menjadi penolong, karena review mereka tidak terlalu ketat bahkan ada yang tanpa review. Entah apa yang menjadikan mereka disebut predator. Jika artikel yang tidak berkualitas dimasukkan ke jurnal bereputasi dimanapun itu pasti hasilnya akan sama yaitu penolakan.

Incoming search terms:
Jasa publikasi jurnal nasional
publikasi jurnal nasional terakreditasi dikti
jurnal internasional terakreditasi dikti
cara publikasi jurnal internasional
jasa publikasi jurnal bereputasi
jasa publikasi jurnal internasional terindex
jasa publikasi jurnal untuk syarat kelulusan S2 
jasa publikasi jurnal untuk wisuda
jasa publikasi jurnal internasional terindex
jasa publikasi jurnal nasional bereputasi
jasa publikasi jurnal internasional Scopus
jasa publikasi jurnal internasional DOAJ
jasa publikasi jurnal internasional Thomson Reuters
jasa publikasi jurnal EBSCO
jasa publikasi jurnal Proquest
jasa publikasi jurnal Crosreff
jasa publikasi tesis
jasa publikasi disertasi

Posted By Yuda IswantoAgustus 06, 2017

Rabu, 07 Juni 2017

Membahas Syarat Kelususan S2 Publikasi Jurnal Internasional

Filled under:


Publikasi jurnal internasional saat ini merupakan salah satu kewajiban yang harus dipenuhi oleh mahasiswa S2 agar dapat digunakan untuk keperluan akademis seperti ujian tesis atau syarat kelulusan. Oleh karena itu boleh anda siapkan sejak semester awal agar anda tidak kebingungan setelah ujian tesis anda berakhir, karena pasti anda akan dimitnta publikasi jurnal internasional terindex.

Di halaman ini kita akan membahas Permenristekdikti No 20 Tahun 2017
  1. Karya ilmiah ditulis dengan memenuhi kaidah ilmiah dan etika keilmuan. Maksudnya dalam hal ini tulisan harus disusun secara sistematis sesuai dengna kaidah ilmiah dan tidak boleh mengandung unsur plagiarism baik sedikit, sebagian atau seluruhnya sesuai dengan etika keilmuan.
  2. Memiliki ISSN. Bisa disebut sebagai stand kode internasional yang biasa digunakan untuk memberikan identitas berupa kode pada suatu Jurnal Ilmiah.
  3. Ditulis menggunakan bahasa resmi PBB ( Arab, Inggris, Spanyol, Perancis,Rusia, Spayol, dan Tiongkok). Jika anda saat ini berada di indonesia pasti sudah familiar dengan bahasa inggris dan bahasa arab. Anda bisa menggunakan jasa kami untuk ini.
  4. Dewan redaksi (Editorial Boar) adalah pakar bidangnya paling sedikit berasal dari empat negara. Maksudnya dalam jurnal tersebut editornya ada minimal 4 yang berbeda negara yang memiliki kemampuan sesuai bidang ilmu yang ada di jurnal.
  5. Memiliki terbitan versi online: dalam hal ini jurnal menyediakan artikel yang sudah terbit secara online ada yang dapat diunduh secara gratis maupun berbayar.
  6. Artikel ilmiah yang diterbitkan dalam 1 nomor terbitan paling sedikit penulisnya berasal dari 2 negara. Jika anda memasukkan artikel paling tidak dalam satu nomor terbitan harus ada minimal harus ada penulis dari 2 orang negara misal penulis dari negara rusia dan indonesia.
  7. Jurnal yang diakui Direktorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.
  8. Jurnal yang memenuhi kriteria pad huruf a sampai g, namun mempunyai faktor dampak 0 atau not available dari ISI Web of Science atau jurnal terindeks di SCImago dengan Q4 atau terindeks di Microsoft Academic Search. Jurnal yang diakui dalah hal ini termasuk jurnal yang sudah terindex Thomson Reuters atau Scopus yang dapat dilihat pada database mereka.Tetapi jika anda ingin menerbitkan karya tulis disini pastikan artikel anda terdapat penemuan baru bukan hanya sekedar melakukan penelitian ulang atau penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya tanpa adanya penemuan baru.
  9. Jurnal Ilmiah Nasional terakreditasi B dari Kementerian yang diterbitkan dalam salah satu bahasa PBB, terindeks di DOAJ dengan indikator green thick. Jurnal nasional umumnya sangat lama jika anda publikasi disini dikarenakan terbitannya yang lama dan proses antrian lebih panjang.
  10. Karya Ilmiah pada prosiding internasional yang terindeks basis data internasional (Web of Science, Scopus) dinilai sama dengan jurnal internasional.
Kesimpulan: Jika anda mahasiswa S2 lebih baik melakukan publikasi jurnal internasional terindex saja mengingat jurnal nasional sendiri butuh waktu yang lama dan antrian panjang. Selain itu mahasiswa S2 sepertinya belum diwajibkan untuk harus publikasi jurnal Scopus karena jurnal itu memang sangat sulit ditembus. Bahkan banyak peneliti yang sudah menempuh pendidikan doktor akan mengalami kesulitan. Karena dibutuhkan kesabaran dan artikel yang benar-benar berkualitas. Jika menurut para pembimbing anda artikel anda sangat bagus belum tentu menurut mereka artikel anda berkualitas. Karena diperlukan adanya konstibusi dalam dunia penelitian misalkan anda menemukan konsep baru, teori baru, alat baru, desain baru, dsb.



incoming search terms:
cara publikasi jurnal internasional scopus
tips menembus jurnal scopus
Permenristekdikti No 20 Tahun 2017
cara publikasi jurnal nasional
jurnal nasional yang diakui dikti 2017
jurnal internasional terindex thomson reuters
aturan publikasi jurnal tesis
aturan publikasi jurnal skripsi
aturan publikasi jurnal internasional disertasi
cara publikasi jurnal nasional
tips publikasi jurnal inernasional
jasa publikasi jurnla
publikasi jurnal internasional scopus diakui dikti
jasa publikasi jurnal internasional terindex
jasa publikasi jurnal scopus
jasa konsultasi jurnal scopus

Posted By Yuda IswantoJuni 07, 2017

Jumat, 02 Juni 2017

Info Permendikti Nomor 20 TAHUN 2017

Filled under:


SALINAN

MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2017

TENTANG
PEMBERIAN TUNJANGAN PROFESI DOSEN DAN TUNJANGAN KEHORMATAN PROFESOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang: a. bahwa tunjangan profesi bagi dosen dan tunjangan kehormatan profesor diberikan sebagai penghargaan terhadap kinerja dosen; b. bahwa untuk meningkatkan kinerja dosen, perlu dilakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi yang dilakukan oleh dosen, khususnya di bidang penelitian dalam rangka meningkatkan jumlah dan mutu penelitian dosen; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalamhuruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor;

Mengingat:
  1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586);- 2 -
  2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 158 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5336);
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5007);
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2009 tentang Tunjangan Profesi Guru dan Dosen, Tunjangan Khusus Guru dan Dosen, serta Tunjangan Kehormatan Profesor (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 85, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5016);
  5. Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2015 tentang Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 14);
  6. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 164/PMK.05/ 2010 tentang Tata Cara Pembayaran Tunjangan Profesi Guru dan Dosen, Tunjangan Khusus Guru dan Dosen, serta Tunjangan Kehormatan Profesor (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 441);
  7. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan TinggiNomor 15 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 889);

MEMUTUSKAN:
Menetapkan: PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI TENTANG PEMBERIAN TUNJANGAN PROFESI DOSEN DAN TUNJANGAN KEHORMATAN PROFESOR.
Pasal 1
Dalam Peraturan Menteri iniyang dimaksud dengan:
  1. Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu- 3 - pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
  2. Tridharma Perguruan Tinggi adalah kewajiban perguruan tinggi untuk menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. 
  3. Profesor adalah jabatan akademik tertinggi bagi Dosen yang masih melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi di lingkungan perguruan tinggi.
  4. Lektor Kepala adalah jabatan akademik Dosen yang diperoleh setelah memenuhi angka kredit kumulatif paling rendah 400 (empat ratus) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,
  5. Lektor adalah jabatan akademik Dosen yang diperoleh setelah memenuhi angka kredit kumulatif paling rendah 200 (dua ratus) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  6. Asisten Ahli adalah jabatan akademik Dosen yang diperoleh setelah memenuhi angka kredit kumulatif paling rendah 150 (seratus limapuluh) sesuaidengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  7. Satuan Kredit Semester, yang selanjutnya disingkat sks adalah takaran waktu kegiatan belajar yang dibebankan pada mahasiswa per minggu per semester dalam proses pembelajaran melalui berbagai bentuk pembelajaran atau besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha mahasiswa dalam mengikuti kegiatan kurikuler di suatu program studi.
  8. Kementerian adalah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.
  9. Menteri adalah Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.
Pasal 2
Tunjangan profesi diberikan kepada Dosen yang memiliki jabatan akademik Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala, dan Profesor.
Pasal 3
(1) Tunjangan profesi diberikan kepada Dosen sebagaimana dimaksud dalam Pasal2, apabila memenuhi persyaratan: a. memilikiSertifikat Pendidik yang diterbitkan oleh Kementerian; b. melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi dengan beban kerja paling sedikit sepadan dengan 12 (dua belas) sks dan paling banyak sepadan dengan 16 (enam belas) sks pada setiap semester dengan ketentuan:
  1. beban kerja pendidikan dan penelitian paling sedikit sepadan dengan 9 (sembilan) sks yang dilaksanakan di perguruan tinggi yang bersangkutan; dan
  2. beban kerja pengabdian kepada masyarakat dapat dilaksanakan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan atau melaluilembaga lain.
c. tidak terikat sebagai tenaga tetap pada lembaga lain di luar perguruan tinggi tempat yang bersangkutan bertugas; d. memilikiNomor Induk Dosen Nasional; dan e. berusia paling tinggi 70 (tujuh puluh) tahun untuk Profesor dan 65 (enam puluh lima) tahun untuk Lektor Kepala, Lektor, dan
Asisten Ahli.

(2) Dosen yang mendapat penugasan sebagai pimpinan perguruan tinggi yang bersangkutan sampai dengan tingkat jurusan atau nama lain yang sejenis, memperoleh tunjangan profesi sepanjang yang
bersangkutan melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi, dengan dharma pendidikan paling sedikit sepadan dengan 3 (tiga) sks di perguruan tinggiyang bersangkutan.

Pasal 4
(1) Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah di Indonesia, bagi dosen yang memiliki jabatan akademik Lektor Kepala harus menghasilkan: a. paling sedikit 3 (tiga) karya ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal nasional terakreditasi; atau b. paling sedikit 1 (satu) karya ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal internasional, dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun. (2) Selain menghasilkan karya ilmiah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dosen yang memiliki jabatan akademik Lektor Kepala harus menghasilkan: a. buku atau paten; atau b. karya senimonumental/ desain monumental, dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun. (3) Karya seni monumental/desain monumental sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b harus diakui oleh peer review nasional dan disahkan oleh senat perguruan tinggi. (4) Ketentuan mengenai kriteria karya ilmiah dan karya seni monumental/ desain monumental sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan Peraturan Menteri ini.

Pasal 5
(1) Tunjangan profesi bagi Dosen dihentikan sementara apabila: a. mendudukijabatan struktural; b. diangkat sebagai pejabat negara; dan/ atau c. tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan Pasal 4 khusus bagi Lektor Kepala.
(2) Tunjangan profesi Dosen yang dihentikan sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b dibayarkan kembali setelah aktif sebagai Dosen pada perguruan tinggi.
(3) Tunjangan profesi Dosen yang dihentikan sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dibayarkan kembali mulai tahun berikutnya setelah memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam
Pasal3 dan Pasal 4 khusus untuk Lektor Kepala.

Pasal 6
Tunjangan profesi bagi Dosen dihentikan apabila:
a. meninggaldunia; b. mencapai batas usia pensiun 70 (tujuh puluh) tahun untuk profesor dan 65 (enam puluh lima) untuk Lektor Kepala, Lektor, dan Asisten Ahli; c. mengundurkan diri sebagai Dosen atas permintaan sendiri atau alihtugas; d. diberhentikan dari jabatan akademik Profesor, Lektor Kepala, Lektor, dan Asisten Ahli; dan/atau e. tidak lagimemiliki Nomor Induk Dosen Nasional.- 6 -

Pasal 7
(1) Tunjangan profesi bagi Dosen dibatalkan apabila: a. memalsukan data dan dokumen yang dipersyaratkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; b. sertifikat pendidik dibatalkan; dan/ atau c. melakukan plagiat. (2) Tunjangan profesi yang dibatalkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib dikembalikan ke kas negara.

Pasal 8
(1) Tunjangan kehormatan diberikan kepada Dosen dengan jabatan akademik Profesor yang memenuhi persyaratan: a. memilikisertifikat pendidik yang diterbitkan oleh Kementerian; b. melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi dengan beban kerja paling sedikit sepadan dengan 12 (dua belas) sks dan paling banyak sepadan dengan 16 (enam belas) sks pada setiap semester sesuai dengan kualifikasi akademiknya dengan ketentuan:
  1. beban kerja pendidikan dan penelitian paling sedikit sepadan dengan 9 (sembilan) sks yang dilaksanakan di perguruan tinggi yang bersangkutan; dan
  2. beban kerja pengabdian kepada masyarakat dapat dilaksanakan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan atau melaluilembaga lain.

c. tidak terikat sebagai tenaga tetap pada lembaga lain di luar perguruan tinggi tempat yang bersangkutan bertugas; d. memilikiNomor Induk Dosen Nasional; e. belum berusia 70 (tujuh puluh) tahun; f. membimbing penelitian mahasiswa; g. telah menghasilkan: 1. paling sedikit 3 (tiga) karya ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal internasional; atau 2. paling sedikit 1 (satu) karya ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal internasional bereputasi, dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun. h. selain menghasilkan karya ilmiah sebagaimana dimaksud dalam huruf g, Profesor harus menghasilkan:
  1. 1. buku atau paten; atau
  2. karya senimonumental/ desain monumental, dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun.

(2) Karya seni monumental/desain monumental sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf h angka 2 harus diakui oleh peer review internasional dan disahkan oleh senat perguruan tinggi. (3) Profesor yang mendapat penugasan sebagai pimpinan perguruan tinggi yang bersangkutan sampai dengan tingkat jurusan atau nama lain yang sejenis, memperoleh tunjangan kehormatan sepanjang yang bersangkutan melaksanakan dharma pendidikan paling sedikit sepadan dengan 3 (tiga) sks di perguruan tinggi yang bersangkutan dan memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf g dan huruf h. (4) Ketentuan mengenai kriteria karya ilmiah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf g dan huruf h tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan Peraturan Menteri ini.

Pasal 9
(1) Tunjangan kehormatan Profesor dihentikan sementara apabila:
a. mendudukijabatan struktural; b. diangkat sebagaipejabat negara; dan/ atau c. tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8.
(2) Tunjangan kehormatan Profesor yang dihentikan sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b dibayarkan kembali setelah aktif kembali sebagai profesor pada perguruan tinggi;
(3) Tunjangan kehormatan Profesor yang dihentikan sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dibayarkan kembalimulai tahun berikutnya setelah memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8.

Pasal 10
Tunjangan kehormatan Profesor dihentikan apabila: a. meninggaldunia; b. mencapaibatas usia pensiun 70 (tujuh puluh) tahun; c. mengundurkan diri sebagai Dosen atas permintaan sendiri atau alih
tugas; d. diberhentikan dari jabatan akademik Profesor; dan/atau e. tidak lagimemiliki Nomor Induk Dosen Nasional.

Pasal 11
(1) Tunjangan kehormatan Profesor dibatalkan apabila: a. memalsukan data dan dokumen yang dipersyaratkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; b. sertifikat pendidik dibatalkan; dan/ atau c. melakukan plagiat.
(2) Tunjangan kehormatan Profesor yang dibatalkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib dikembalikan ke kas negara.

Pasal 12
(1) Tunjangan profesi Dosen dan tunjangan kehormatan Profesor dievaluasisetiap 3 (tiga) tahun. (2) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sejak yang bersangkutan ditetapkan atau diaktifkan kembali sebagai Dosen atau Profesor. (3) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan olehDirektorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Pasal 13
Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 dilakukan dengan tahapan: a. pemimpin perguruan tinggi negeri yang diselenggarakan oleh Kementerian atau Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi bagi perguruan tinggi swasta melakukan evaluasi dan membuat keputusan penetapan calon penerima tunjangan profesi Dosen dan tunjangan kehormatan Profesor pada awal bulan Oktober sesuai dengan persyaratan; b. pemimpin perguruan tinggi negeri yang diselenggarakan oleh Kementerian atau Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi bagi perguruan tinggi swasta mengajukan keputusan penetapan calon penerima tunjangan profesi Dosen dan tunjangan kehormatan Profesor kepada Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada akhir bulan Oktober; dan c. Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melakukan evaluasi atau verifikasi dan menetapkan keputusan penerima tunjangan profesi Dosen dan
tunjangan kehormatan Profesor atas nama Menteri pada bulan November, yang berlaku mulai bulan Januari tahun berikutnya.

Pasal 14
(1) Untuk pertama kali, evaluasi pemberian tunjangan profesi Dosen dan tunjangan kehormatan Profesor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 dilakukan pada bulan November 2017. (2) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan memperhitungkan karya ilmiah sejak tahun 2015.

Pasal 15
(1) Pemimpin perguruan tinggi negeri wajib menyampaikan laporan kelayakan pemenuhan persyaratan pemberian tunjangan tunjangan kehormatan Profesor setiap tahun kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. (2) Pemimpin perguruan tinggi swasta wajib menyampaikan laporan kelayakan pemenuhan persyaratan pemberian tunjangan kehormatan Profesor setiap tahun kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melaluiLembaga Layanan Pendidikan Tinggi.

Pasal 16
Dalam hal Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi belum terbentuk, penyampaian laporan kelayakan pemenuhan persyaratan pemberian tunjangan profesi dan tunjangan kehormatan Profesor setiap tahun
kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 dilakukan melalui KoordinasiPerguruan Tinggi Swasta.

Pasal 17
Tunjangan Profesi dan Tunjangan Kehormatan diberikan terhitung mulai bulan Januari tahun berikutnya setelah dosen yang bersangkutan memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.

Pasal 18
Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 78 Tahun 2013 tentang Pemberian Tunjangan Profesi dan Tunjangan Kehormatan bagi Dosen yang Menduduki Jabatan Akademik Profesor (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 857) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 89 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 78 Tahun 2013 tentang Pemberian Tunjangan Profesi dan Tunjangan Kehormatan bagi Dosen yang Menduduki Jabatan Akademik Profesor (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 1065), dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 19
Peraturan Menteriinimulai berlaku pada tanggaldiundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal27 Januari 2017
MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN
PENDIDIKAN TINGGI
REPUBLIKINDONESIA,
TTD.
MOHAMAD NASIR

Diundangkan di Jakarta pada tanggal27 Januari2017
DIREKTUR JENDERAL
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAKASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA,
TTD.
WIDODO EKATJAHJANA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2017 NOMOR 173

Telah diperiksa dan disetujui:
Salinan sesuaidengan aslinya
Kepala Biro Hukum dan Organisasi
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi,
Ani Nurdiani Azizah
NIP. 195812011985032001



Incoming search terms:
peraturan dikti 2017
permendikti 2017
permendikti nomor 20 tahun 2017
peraturan dikti tentang publikasi jurnal
peraturan dikti tentang publikasi karya tulis ilmiah 2017
peraturan dikti tentang publikasi 2017
peraturan dikti 2017
peraturan dikti kenaikan jabatan 2017
permendikti 2017 tentang jurnal internasional
permendikti 2017 tentang publikasi jurnal nasional
jasa publikasi jurnal internasional
peraturan dikti 2017 tentang tunjangan dosen
peraturan dikti tentang jabatan 2017
peraturan dikti tentang kenaikan pangkat 2017
tunjangan dosen 2017
tunjangan jabatan dosen 2017
peraturan dikti tentang profesi 2017
peraturan dikti tentang tunjangan profesi dosen 2017


Posted By Yuda IswantoJuni 02, 2017

Selasa, 11 April 2017

Jasa Publikasi Jurnal Scopus Cepat Publikasi, adakah?

Filled under:


Selamat datang di jasa publikasi jurnal internasional terindex www.bikintugas.com dimana anda dapat menggunakan jasa kami untuk publikasi jurnal internasional atau jasa lain seperti terjemah bahasa inggris, terjemah bahasa arab, pembuatan slide power point, pembuatan peta, dan masih banyak lagi tugas dan pekerjaan yang bisa kami lakukan.

Salah satu layanan kami yaitu tentang jasa publikasi jurnal internasional terindex scopus. Banyak sekali pengguna yang ingin dimasukkan di jurnal scopus tapi ingin artikelnya cepat publikasi. Selain itu juga banyak artikel yang dibuat tidak sungguh-sunggu sehingga kualitas artikel masih belum memenuhi kriteria jurnal scopus dalam artian artikel anda harus memiliki konstribusi secara global (baca: Kriteria Artikel Scopus). Tidak ada jurnal scopus yang bisa menerbitkan artikel anda dalam waktu  1-2 bulan saja. Periode publikasi jurnal scopus pada umumnya ada yang 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, 6 bulan dan 1 tahun. Bahkan ada beberapa jurnal yang periode publikasinya pendek 1-2 bulan proses reviewnya saja membutuhkan waktu 2-6 bulan, jadi jika artikel anda memenuhi syarat akan di publikasikan ke periode publikasi berikutnya. Ada juga yang setelah menunggu selama 6 bulan setelah beberapa revisi tidak ada kabar sama sekali. Banyak sekali mahasiswa dari S3 yang minta dipublikasikan artikelnya di jurnal Scopus yang cepat, inilah salah satu ciri mahasiwa yang belum memahami bagaimana proses publikasi tersebut, dan jawabannya tidak bisa.

Proses publikasi jurnal scopus akan saya bahas ringkas disini:
  1. Tahap submit, dimana artikel anda akan dimasukkan ke sasaran jurnal anda setelah anda melakukan beberapa pemformatan yang sesuai.
  2. Setelah artikel anda di submit maka selanjutnya anda menunggu artikel anda di review apabila anda memenuhi standar aturan jurnal, apabila artikel anda masuh belum memenuhi aturan mereka akan dikembalikan lagi untuk disesuaikan.
  3. Selanjutnya anda submit lagi dan artikel dalam keadaan menunggu editor prosesnya biasanya 1-6 bulan, setiap jurnal memiliki respon yang berbeda beda. Setelah itu anda akan menerima artikel anda dinyatakan diterima atau tidak. Jika tidak maka anda harus mencari jurnal lain dan harus kembali ke tahap awal.
  4. Jika artikel anda diterima maka akan diberikan revisi minor atau revisi mayor itu tergantung tulisan anda.
  5. Kemudia setelah melalui tahap revisi artikel anda akan dipublikasikan.

Jika anda mahasiswa S3 yang baru mempublikasikan karya tulis anda saat anda dikerjar deadline harus terbit cepat, sebaiknya anda pahami dulu proses publikasinya. Karena jurnal scopus pada umumnya itu proses review nya sangat ketat sekali, bahkan jurnal yang terbitnya per 1-2 bulan pun anda harus menunggu proses review yang sangat lama. Logikanya semakin pendek periode publikasi jurnal scopus maka banyak peneliti yang menginginkanya, sehingga artikel yang masuk akan sangat banyak sekali dari penjuru dunia. Bayangkan jika per periode misal 2 bulan publikasi sedangkan artikel yang masuk ada 300-600 artikel dari penjuru dunia berapa lama mereka selesai review. Tapi buat anda yang memiliki artikel yang berkualitas, jangan hawatir artikel anda akan diprioritaskan.

Pesan dari saya untuk mahasiswa S3 yang pastinya wajib publikasi jurnal Scopus, lebih baik anda menyiapkan artikel anda di awal semester anda karena proses publikasi jurnal scopus itu memakan banyak waktu, jika anda tidak segera melakukannya makan akan keteteran dan paling fatal bisa kena DO.

Banyak sekali jasa yang bisa kami tawarkan kepada anda. Kami tidak hanya melayani jasa terjemah saja masih banyak jasa lain seperti Jasa PengetikanJasa Terjemah ArabJasa Publikasi Jurnal InternasionalJasa Pembuatan Power Point, dan masih banyak lagi pelayanan yang bisa kami berikn untuk anda, silahkan anda menjelajah di website ini. Atau mungkin ada pekerjaan lain yang tidak ada di list kami juga bisa membantu anda. Kami ada disini tujuannya memang untuk meringankan beban tugas dan pekerjaan anda. Anda ining menggunakan jasa kami silahkan hubungi kontak di bawah ini:

Yuda Iswanto
No Telp : 081515147161 (whatsap, sms, call)
E-mail 1 : yudaiswanto91@gmail.com 
E-mail 2 : bikintugasku@gmail.com


Incoming search terms:
jasa terjemah
publikasi jurnal scopus cepat
jasa publikasi scopus cepat terbit
jasa publikasi jurnal scopus cepat publikasi
jasa terjemah jurnal internasional
jasa terjemah arab
cara cepat publikasi jurnal scopus
kriteria jurnal scopus
publikasi jurnal scopus terpercaya
jasa publikasi jurnal internasional terindeks
jasa publikasi jurnal scopus cepat publikasi
jasa terjemah internasional bahasa inggris
jasa translate inggris untuk artikel jurnal internasional
jasa terjemah inggris artikel berkualitas
tidak ada publikasi scopus yang cepat
jasa publikasi jurnal internasional ber ISSN
jasa publikasi jurnal internasional terpercaya

Posted By Yuda IswantoApril 11, 2017

Sabtu, 08 April 2017

Jurnal Scopus Ada Yang Terindentifikasi Predator, Benarkah???

Filled under:



Selamat datang di layanan jasa www.bikintugas.com dimana anda dapat menggunakan jasa kami untuk membantu tugas dan pekerjaan anda. Kami tidak hanya melayani jasa terjemah saja masih banyak jasa lain seperti Jasa PengetikanJasa Terjemah ArabJasa Publikasi Jurnal InternasionalJasa Pembuatan Power Point, dan masih banyak lagi pelayanan yang bisa kami berikn untuk anda, silahkan anda menjelajah di website ini.

Suatu ketika ada mahasiswa S3 yang sedang mempublikasikan karya tulis ilmiahnya ke jurnal internasional terindex scopus. Mahasiswa itu sama sekali atau belum terlalu mengenal karakteristik jurnal internasional yang baik. Saat itu dalam waktu 1 bulan artikel tersebut sudah diterima dan dipublikasikan ke jurnal Scopus dengan sangat mudah dengan biaya publikasi sebesar 600 usd. Artikel tersebut tidak ada proses review sama sekali langsung diterima begitu saja. Mahasiswa S3 itu sangat bangga karena artikelnya bisa masuk jurnal scopus dengan sangat mudah. Kemudian mahasiswa S3 itu memberitahukan ke promotornya bahwa jurnal tersebut predator. Setelah dilakukan pengecekan benar adanya kalau jurnal tersebut terindex di Scimagojr atau index Scopus.  Lantas kenapa jurnal index scopus dinyatakan sebagai predator.

Jawabannya karena jurnal tersebut tidak memiliki kualifikasi sebagai jurnal internasional bereputasi. Pada umunya jurnal internasional yang bereputasi membutuhkan proses peer review yang sangat lama jangan heran kalau reviewnya saja ada yang membutuhkan waktu 3-4 bulan, bahkan tingkat penerimaan artikel hanya kisaran 9% sampai 30% tergantung kualitas artikel yang penelitia buat. Semakin memberikan konstribusi dalam dunia penelitian semakin tertarik editor untuk menelaah lebih jauh artikel peneliti itu. Jika anda ingin artikel anda masuk scopus jangan main-main untuk membuat artikel penelitian,contohnya ada disini Agar Dapat Menembus Jurnal Scopus

Kenapa jurnal predator bisa terindex scopus??? beberapa pendapat mengatakan kalau adanya unsur bisnis. Ada juga yang berpendapat bahwa karena jurnalnya yang disusun secara sistematis dan selalu konsisten sehingga bisa terindex oleh Scopus. Tapi buat para peneliti, jika artikel anda masuk Scopus dengan sangat mudah itu bukan berarti anda yang sakti tetapi kebetulan artikel anda masuk di jurnal predator.

Yuda Iswanto
No Telp : 081515147161 (whatsap, sms, call)
E-mail 1 : yudaiswanto91@gmail.com 
E-mail 2 : bikintugasku@gmail.com

Incoming search terms:
jasa publikasi jurnal internasional
jurnal scopus
jurnal terindex scopus
jurnal index scopus
cara menembus jurnal scopus
jurnal scopus predator
jasa publikasi jurnal scopus
jasa terjemah
jasa pembuatan power point
jasa membuplikasikan jurnal
jasa pembuatan jurnal skripsi
jasa pembuatan artikel jurnal
jasa terjemah arab
jasa translate bahasa inggris
jasa translate bahasa inggris indonesia
jasa terjemah abstrak
jasa translate profesional
jasa publikasi jurnal index DOAJ
jasa publikasi jurnal index thomson reuters
jasa publikasi karya tulis ilmiah
jasa pembuatan artikel

Posted By Yuda IswantoApril 08, 2017

Rabu, 05 April 2017

Membahas Tingkat Kesulitan Publikasi Jurnal Internasional Terindex

Filled under:





Selamat datang di layanan publikasi jurnal internasional terindex www.bikintugas.com dimana kami akan membantu  anda untuk publikasi jurnal internasional. Saat ini kita akan membahasa tingkat kesulitan publikasi jurnal internasional terindex berdasarkan lembaga pengindex jurnal itu.

Sebelum membahasa lebih jauhh lagi hendaknya anda memahami artikel pritamida tingkat kesulitan publikasi jurnal internasional di bawah ini. Tujuannya agar peneliti bisa lebih berhati-hati dalam membuat artikel penelitian atau review. Untuk itu anda bisa membaca bagaimana membuat artikel yang berkualitas di Cara menembus jurnal scopus dan thomson reuters.
Piramida di atas menunjukkan bahwa semakin ke atas tingkat artikel anda diterima dalam jurnal yang telah terindex lembaga terindex semakin kecil. Piramida di atas kami buat berdsarkan pengalaman kami sebagai penyedia Jasa Publikasi Jurnal Internasional. Berbagai macam artikel telah kami terima ada artikel penelitian dan artikel review

Tingkatan terbawah yaitu jurnal terindex googlescholar, ebsco, drji, index copernicus dan sebagainya memiliki tingkat penerimaan teringgi yaitu 60-80%. Tingkat penerimaannya besar karena jurnal internasional index di tingkatan piramida bawah tidak terlalu ketat dalam menyeleksi artikel yang masuk, tetapi mereka hanya membatasi jumlah artikel yang masuk, itupun sangat kecil kemungkinannya, karena jurnal internasional yang terindex di piramida bawah itu banyak sekali bertebaran di internet. Termasuk jurnal predator yang bertebaran sangat banyak sekali di internet memiliki index piramida terbawah. Kisaran dari jurnal predator yang ada di internet lebih dari 60-70% dari jurmlah jurnal yang ada. Ciri jurnal predator anda bisa baca mengenai Jurnal Predator.Sulit dikenali.

Tingkatan piramida kedua adalah terindex DOAJ, yang memiliki tingkat penerimaan 40-60%. Index DOAJ memiliki tingkat kesulitan kedua menurut pengalaman kami menerbitkan jurnal internasional. Dalam jurnal index DOAJ semakin sedikit jurnal predator yang terindex DOAJ, perkiraan saja mungkin sekitar 30% dari jurnal yang ada bisa terindex DOAJ yang index,d 10% lainnya adalah jurnal yang potensial predator 60% lainnya adalah benar-benar jurnal. Jurnal internasional index DOAJ lebih selektif dan lebih ketat untuk menerima artikel. Tidak sembarang artikel yang bisa masuk, karena proses seleksinya selain ketat juga dibatasi jumlah yang bisa masuk, tetapi sekali anda di review dan dinyatakan diterima maka bisa dikatakan anda aman.

Tingkatan paling sulit yaitu jurnal yang terindex SCOPUS atau Thomshon Reuters yaitu 20-40% saja dari 200 artikel masuk kemungkinan hanya 10-15 artikel yang diterima. Mereka hanya menerima artikel yang benar-benar memiliki konstribusi besar dalam dunia penelitian terutama yang bisa diterapkan secara global, kalau artikel anda belum meiliki kualifikasi itu jangan publikasi ke jurnal index scopus hanya akan membuang waktu anda karena penolakan. Proses review sendiri membutuhkan waktu 2-3 bulan belum revisi dan penolakannya. Sebelum anda berpikiran untuk memasukkan artikel anda baca Cara menembus jurnal scopus dan thomson reuters.

Incoming search terms:
cara menembus jurnal scopus
jasa publikasi jurnal scopus
tips agar diterima jurnal scopus
jasa publikasi jurnal internasional
jasa terjemah jurnal
cara menembus jurnal bereputasi
jasa publikasi jurnal
tingkat kesulitan jurnal scopus
tingkat kesulitan jurnal internasional
jasa terjemah jurnal
cara membuat artikel penelitian berkualitas
cara membuat artikel jurnal scopus
lama publikasi jurnal scopus
lama publikasi jurnal bereputasi
jasa membuat karya tulis ilmah
jasa membuat power point
jasa terjemah bahasa arab
jasa terjemah bahasa inggris
ciri-ciri junal predaot
cara mengetahui jurnal predator


Posted By Yuda IswantoApril 05, 2017

Selasa, 04 April 2017

Membahas Kriteria Jurnal Internasional Bereputasi DIKTI

Filled under:


Banyak sekali peneliti indonesia yang masih minim pengalamannya di bidang publikasi jurnal internasional yang masih mengalami kebingungan, bagaimana sebenarnya kriteria jurnal internasional yang diakui Dikti. Kebingungan ini menyebabkan banyak sekali peneliti dari Indonesia terjerumus ke jurnal yang salah dikarenakan kurang teliti dalam memilih jurnal. Banyak di dunia maya bertebaran jurnal yang terkesan profesional tetapi sebenarnya hanya untuk memperoleh keuntungan dari ketidaktahuan para peneliti tentang jurnal yang layak untuk dimasuki.

Berikut ini adalah beberapa kriteria jurnal internasional bereputasi yang diakui DIKTI.
  1. Bahasa yang digunakan adalah bahasa PBB (Inggris, Perancis, Spanyol, Arab, Cina)
  2. Pengelolaan naskah sedemikian rupa sehingga naskah yang diterima cepat terbit (rapid review) dan ada keteraturan terbit
  3. Jurnal berkualitas (prestisius), bisa dilihat dari daftar penelaah naskahnya dan Editorial Board-nya yaitu pakar di bidangnya dalam dan luar negeri.
  4. Dibaca oleh banyak orang di bidangnya, bisa dilihat dari distribusi/peredarannya (circulation).
  5. Menjadi acuan bagi banyak peneliti (citation).
  6. Tercantum dalam Current Content dan sejenisnya (di PDII ada juga majalah abstrak yang disebut Fokus, tapi berbahasa Indonesia).
  7. Artikel yang dimuat berkualitas, bisa dilihat dari kemutakhiran topik dan daftar acuannya.
  8. Penyumbang artikel/naskah berasal dari banyak negara
  9. Penelaah berasal dari banyak negara yang terkemuka di bidangnya.
  10. Menawarkan off-prints/reprints.
  11. Terbit teratur sesuai dengan jadwal yang ditentukan.
  12. Penerbitan jurnal tidak terkendala oleh dana.
  13. Bukan jurnal Jurusan, Fakultas, Universitas atau Lembaga yang mencerminkan derajat kelokalan.  Seyogyanya diterbitkan oleh himpunan profesi.
  14. Memberi kesempatan penulis artikel membaca contoh cetak
  15. Artikel yang dominan (kalau bisa > 80%), berupa artikel orisinil (hasil penelitian), bukan sekadar review atau ulasan.
  16. Kadar sumber acuan primer >80%, derajat kemutakhiran acuan >80%.
  17. Tersedia Indeks di setiap volume.
  18. Ketersediaan naskah tidak  menjadi masalah. Angka penolakan 60%
  19. Mempertimbangkan Impact Factor, yaitu: Jumlah sitasi pada artikel yang dimuat di jurnal X (dibagi) Jumlah artikel yang dimuat di jurnal X. Faktor ini dihitung tahunan. Contoh Impact Factor beberapa jurnal pada tahun 1993: Cell 37.192; Nature 22.326; EMBO Journal 13.208; Eur J Biochem 3.306; Appl Biochem Biotech 0.731.
Untuk itu bagi para peneliti yang akan mempublikasikan artikel anda ke jurnal internasional yang bereputasi hendaknya anda harus memasukkan artikel yang benar-benar berkualitas dan memiliki konstribusi dalam dalam dunia penelitian. Ini adalah tips yang bisa anda gunakan agar artikel anda bisa menembus jurnal bereputasi terindex Scopus dan Thomson reuters (Tips Menembus Jurnal Bereputasi Scopus dan Thomson Reuters)

Selain slide powerpoint berbahasa Inggris, melayani jasa terjemah saja masih banyak jasa lain seperti Jasa PengetikanJasa Terjemah ArabJasa Publikasi JurnalJasa Pembuatan Power Point, dan masih banyak lagi pelayanan yang bisa kami berikn untuk anda, silahkan anda menjelajah di website ini.

Informasi lebih lanjut bisa anda menghubungi kami.
Yuda Iswanto
No.Telp : 081515147161 (whatsapp, sms, call)
e-mail 1: yudaiswanto91@gmail.com
e-mail 2: bikintugasku@gmail.com




Incoming search terms:
kriteria jurnal internasional bereputasi versi dikti
kriteria jurnal internasional diakui dikti
kriteria jurnal internasional bereputasi
kriteria jurnal internasional terindex scopus
kriteria jurnal internasional terindex thomson reuters
jasa publikasi jurnal internasional terindex
ciri jurnal berkualitas diakui dikti
jurnal yang diakui dikti adalah
jurnal yang diakui dikti terindex scopus
jasa terjemah artikel jurnal internasional
jasa publikasi jurnal internasional
jasa publikasi jurnal scopus
jasa terjemah artikel
tips menembus jurnal bereputasi
agar artikel diterima di jurnal internasional
jasa publikasi jurnal internasional terindeks DOAJ
jasa publikasi untuk kenaikan pangkat
jasa terjemah jurnal internasional
jasa pembuatan power point bahasa inggris
jurnal yang tidak diakui dikti adalah jurnal predator

Posted By Yuda IswantoApril 04, 2017

Minggu, 02 April 2017

Mengapa ada Jurnal Tidak Diakuti Dikti?

Filled under:


Selamat datang di layanan jasa publikasi jurnal internasional www.bikintugas.com

Jika saat ini anda memiliki karya tulis ilmiah yang akan anda publikasikan ke jurnal internasional, anda harus berhati-hati. Di internet banyak sekali jurnal internasional yang memanfaatkan kepolosan para peneliti untuk meraup untung dengan membuat jurnal yang sering kita sebut jurnal predator atau jurnal abal-abal. Dalam hal ini jurnal predator adalah jurnal yang dibuat hanya untuk mencari keuntungan financial tanpa adanya profesionalitas dalam proses publikasinya. 

Kita tahu bahwasanya jurnal internasional yang diakui dikti adalah jurnal yang memiliki reputasi atau jurnal yang terindex badan atau lembaga internasional yang memiliki reputasi dan impact factor. Impact factor yang diakui dalam dunia publikasi adalah impact factor milik thomson reuters menurut DOAJ. Banyak sekali badan pengindex internasional mulai dari yang bereputasi seperti Scopus dan Thomson Reuter (Web of Sience) atau index internasional lain seperti DOAJ, Google Scholar, EBSCO, Proquest, Cabi, Mandeley, Copernicus yang diakui dikti dan dapat digunakan untuk penilaian.

Mengapa ada jurnal yang terindex misal Scopus tapi tidak diakui dikti. Jawabannya karena jurnal itu adalah jurnal predator atau jurnal abal-abal. Mungkin saat ini anda bingung kenapa index Scopus bisa tidak diakui atau tidak bisa digunakan untuk penilaian??
Ada 2 jawaban dari pertanyaan ini. Pertama jurnal tersebut predator tapi predator yang berkualitas atau yang kedua predator yang tidak berkualitas. Dulu ada blog yang sempat meneliti tentang jurnal predator dengan penelitinya bernama Jeffery Beal's.

Predator yang berkualitas dia akan mampu membuat jurnalnya benar-benar terindex oleh badan pengindex internasional seperti DOAJ, Google Scholar, Copernicus bahkan terindex Scopus. Atau jurnal predator yang tidak berkualitas bisa dibilang jurnal abal-abal dan dia tidak terindex juga tapi menampilkan gambar-gambar badan pengindex internasional yang lebih parahnya lagi apabila peneliti tidak paham dan diarahkan ke URL badan pengindenya, pasti akan terkecoh.

Kami tidak hanya melayani jasa terjemah saja masih banyak jasa lain seperti Jasa PengetikanJasa Terjemah ArabJasa Publikasi JurnalJasa Pembuatan Power Point, dan masih banyak lagi pelayanan yang bisa kami berikn untuk anda, silahkan anda menjelajah di website ini.

Jika anda membutuhkan jasa publikasi jurnal internasional atau mau sekedar konsultasi saja silahkan hubungi nomor di bawah ini.

Yuda Iswanto
No Telp : 081515147161 (whatsap, sms, call)
E-mail 1 : yudaiswanto91@gmail.com 
E-mail 2 : bikintugasku@gmail.com

Incoming search terms:
jurnal yang tidak diakui dikti
jurnal predator adalah
jurnal abal-abal adalah
jasa publikasi jurnal internasional
jurnal yang dapat digunakan untuk kenaikan jabatan
ciri jurnal bereputasi
ciri jurnal predator
ciri jurnal abal abal
jurnal yang diakui dikti
jurnal terindex Scopus
jurnal predator berkualitas
jurnal predator tidak berkualitas
jurnal predator terindex scopus
mengapa jurnal predator terindex scopus
bagaimana jurnal predator dapat terindex scopus
cara mengetahui jurnal predator 


Posted By Yuda IswantoApril 02, 2017

Cara Tepat Menembus Jurnal Internasional Bereputasi Scopus dan Thomson Reuters

Filled under:


Selamat datang di layanan publikasi jurnal internasional www.bikintugas.com

Jika saat ini anda membaca tulisan ini berarti anda sedang mencari cara bagaimana menembus jurnal internasional bereputasi yang terindex oleh Scopus atau Thomson Retures. Scopus adalah badan atau lembaga terindex internasional yang telah dikenal seluruh dunia internasional index tersebut akan memberikan rangking terhadap setiap jurnal yang di index oleh Scopus. Index tersebut kemudian dinamak SJR atau kepanjangan dari Scimago Journal and Country Rank. Semakin tinggi SJR maka akan semakin sulit untuk menembus jurnal tersebut. Thomson reuters adalah lembaga pengindeks internasional yang menggunakan impact factor sebagai ukuran sebarapa banyak jurnal tersebut memiliki dampat terhadap dunia penelitian.

Cara tepat menembus jurnal bereputasi yang saya rangkum dari seorang reviewer dari Elsevier, ada beberapa teknik menembus jurnal bereputasi yaitu:
  1. Artikel yang sangat diminati oleh para reviewer adalah artikel yang memiliki nilai orisinalitas dalam artian karya ilmiahnya juga mampu memaparkan penemuan baru, metode baru, dan hasil baru yang belum pernah ada sebelumnya.
  2. Artikel original saja masih belum cukup, maka selanjutnya artikel yang dibuat harus update dan relevan dengan keilmuan yang sudah ada saat ini.
  3. Artikel penelitian harus memiliki metode penelitian yang valid dan objektif agar menghasilkan artikel yang berkualitas.
  4. Artikel penelian juga harus memiliki kejelasan, struktur dan kualitas penulisan yang akan dipublikasikan apakah itu komunikatif atau tidak.
  5. Sebuar artikel baik  merupakan karya yang memiliki deretan argumen yang progresif. Argumen yang datang belakangan mampu menguatkan argumen di bagian awal.
  6. Penulisan artikel masih menurut sumber yang sama harus memperhatikan keseuaian aspek teoritis dan aspek praktis.
  7. Kesesuaian sumber referensi dan resensi sumber materi juga merupakan hal yang wajib harus diperhatikan. Dalam artian banyaknya rujukan yang digunakan dalam materi jumlahnya harus sama dengan di daftar rujukan/daftar pustaka. Jangan memasukkan sumber yang tidak anda gunakan di materi ke daftar pustaka, karena akan mengurangi kualitas artikel.
  8. Artikel yang mampu memikat editor adalah artikel yang memiliki fokus global. Adanya pembahasan dan penyelesaian secara global merupakan nilai plus bagi artikel anda.
  9. Judul yang bagus atau unik dalam artian judul tersebut tidak akan bisa ditemukan di jurnal manapun atau di search enggine apapun, karena judul tersebut masih new. 
  10. Selain itu penulisan abstrak yang tepat akan menambah kualitas dari artikel anda, yaitu mencakup tujuan, metode penelitian, hasil, pembahasan dan kesimpulan dari artikel anda.

Pembahasan di atas merupakan cara membuat artikel agar bisa tembus di jurnal bereputasi. Jurnal bereputasi seperti Elsevier, Emerald, Springger dan kawan-kawan hanya menerima paling tinggi 30% dari artikel yang masuk. Coba anda bayangkan jika kebetulan anda masuk ke salah satu jurnal reputasi dengan tingkat penerimaan teringgi 30% sedangkan artikel yang masuk sebanyak 200 artikel. Anda harus mengalahkan sekitar 140 artikel dan 60 artikel yang lolos akan direview, dan yang diambil 20 biji artikel. Belum lagi proses submit yang begitu ribetnya minta ampun dan prosesnya minimal review saja bisa sampai 3 bulan tergantung sasaran.

Kami juga menerima berbagai macam jasa seperti  seperti Jasa PengetikanJasa Terjemah Arab,  Jasa Pembuatan Power PointJasa Publikasi Jurnal dan masih banyak lagi pelayanan yang bisa kami berikn untuk anda, silahkan anda menjelajah di website ini.

Silahkan hubungi kontak Person di bawah ini.

Yuda Iswanto
No.Telp : 081515147161 (whatsapp, sms, call)
e-mail 1: yudaiswanto91@gmail.com
e-mail 2: bikintugasku@gmail.com 

Incoming search terms:
cara menembus jurnal bereputasi
cata tepat menembus jurnal internasional bereputasi
tips menembus jurnal bereputasi
jurnal internasional bereputasi
scopus adalah
thomson reuters adalah
cara menembus jurnal scopus
cara menembus jurnal internasional terindex scopus
cara menembus jurnal internasional thomson reuters
cara menembus jurnal internasional terindex thomson reuters
jasa publikasi jurnal scopus
jasa publikasi jurnal internasional terindex scopus
jasa publikasi jurnal internasional terindex thomson reuters bereputasi
cara membuat artikel berkualitas untuk jurnal
cara membuat jurnal berkualitas
jasa publikasi jurnal
jasa membuat jurnal penelitian
jasa menembus jurnal internasional terindex
jasa publikasi karya tulis
jurnal bereputasi diakui dikti
jurnal yang diakui dikti adalah jurnal terindex scopus

Posted By Yuda IswantoApril 02, 2017

Sabtu, 01 April 2017

Konsultasi Mengapa Jurnal Predator atau Jurnal Abal-Abal Sulit di Kenali?

Filled under:


Buat Dosen atau Peneliti yang anda di Indonesia, sebelum memulai publikasi karya tulis ilmiah sebaiknya baca dan pahami tulisan di bawah ini tentanng jurnal predator atau jurnal abal-abal.

Banyak para peneliti seperti dosen yang masih pemula terutamanya yang baru memasuki dunia karya tulis ilmiah yang menjadi sasaran para jurnal predator atau jurnal abal-abal yang kian meresahkan para peneliti yang ada di dunia. Banyak korban peneliti dari Indonesia dikarenakan kesulitan membedakan ciri-ciri jurnal predator atau ciri-ciri jurnal abal-abal. Dosen yang masih baru terjun dalam bidang publikasi jurnal internasional ini lebih baik anda berhati-hati, karena jika anda memasukkan artikel anda ke jurnal predator atau jurnal abal-abal dipastikan artikel anda akan langsung diterima dengan sangat mudah.

Kerugian pertama jika anda salah memasukkan artikel anda ke jurnal predator adalah jika artikel anda masuk maka anda wajib membayar biaya publikasi yang dikenal dengan APC (Article Procesing Charge). Biasanya sekitar 50- 300 usd tergantung kebijakan masing-masing jurnal. Padahal dalam jurnal predator sama sekali tidak ada proses apapun, mereka hanya menerima artikel anda kemudian dipublikasikan. Anda kehilangan uang sebanyak itu tetapi artikel anda tidak bisa dinilai oleh Dikti, dan artinya anda harus membuat lagi dari awal artikelnya, padahal mebuat artikel tidak semudah membuat indomie goreng.

Kerugian kedua lainnya ada beberapa jurnal predator atau jurnal abal-abal yang menerapkan biaya jika artikel anda ditarik kembali, dalam artian tidak jadi dipublikasi sebesar misal 15 usd. Jika anda tidak membayar, artikel anda akan tetap dipublikasi sehingga merupakan suatu keuntungan bagi mereka untuk menambah volume jurnal mereka. Padahal anda telah bersusah payah membuat, tulisan anda sangat bagus, dan penelitian anda sangat berkualitas dan layak masuk jurnal index Scopus, bagaimana perasaan anda?

Kerugian ketiga jika anda memasukkan artikel ke jurnal predator atau jurnal abal-abal yaitu jika anda menarik artikel anda padahal anda sudah dinyatakan diterima. Junal predator atau jurnal abal-abal artikel anda akan dijadikan koleksi mereka. Akibatnya mereka akan tetap mempublikasikan artikel anda, biasanya itu terjadi pada jurnal yang masih berumur belum lama misal 1-3 tahun. Saat anda mempublikasikan di jurnal lain kemudian terindex oleh googlescholar bahwa ada 2 judul yang sama apakah artikel anda akan berguna? jawabannya tidak. Karena artikel anda seharusnya tidak diperbolehkan dipublikasikan ke jurnal lain.

Kerugian ke empat yaitu artikel anda tidak akan pernah terindex. Padahal Dikti menganjurkan untuk jurnal internasional terindex. Pada umumnya jurnal predator hanya memasang gambar index internasional saja, apabila di klik maka tidak mengarah ke link indexnya atau jika mengarah hanya di home nya saja. Setidaknya anda harus mengecek ke jurnal dengan hati-hati dan dianalisis sedalam mungkin agar anda tidak terjerumus ke jurnal predator.

Kami tidak hanya melayani jasa terjemah saja masih banyak jasa lain seperti Jasa PengetikanJasa Terjemah ArabJasa Publikasi JurnalJasa Pembuatan Power Point, dan masih banyak lagi pelayanan yang bisa kami berikn untuk anda, silahkan anda menjelajah di website ini.

Jika anda mengalami kebingungan kebingungan untuk memilih jurnal yang tepat dan bukan jurnal abal-abal maka anda dapat berkonsultasi kepada kami tentang Jurnal Internasional Terindex. Sebagai bonus anda telah menggunakan jasa kami, akan kami berikan sasaran jurnal internasional terindex untuk anda. Kami juga memiliki List Beall's jurnal predator dan Publisher Predator.

Silahkan hubungi kontak Person di bawah ini.

Yuda Iswanto
No.Telp : 081515147161 (whatsapp, sms, call)
e-mail 1: yudaiswanto91@gmail.com
e-mail 2: bikintugasku@gmail.com 

Incoming search terms:
jasa publikasi jurnal internasional terindex
jasa konsultasi jurnal internasional terindex
jasa konsultasi publikasi jurnal internasional
jasa konsultasi jurnal
jasa konsultasi jurnal internasional
ciri-ciri jurnal predator
ciri-ciri jurnal abal-abal
ciri-ciri junal internasional predator
ciri-ciri jurnal internasional abal-abal
jurnal internasional terindex
jurnal internasional terindex scopus
cara memilih jurnal bereputasi
jurnal diakui dikti
jurnal tidak diakui dikti
jurnal internasional terindex dikti
jurnal internasional diakui dikti
jurnal diakui dikti terindex
jurnal yang diakui dikti
jurnal yang bisa digunakan untuk kenaikan pangkat
jurnal yang bisa digunakan untuk kenaikan jabatan
ciri-ciri jurnal bukan predator

Posted By Yuda IswantoApril 01, 2017