Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Oktober 2017

Jasa Publikasi Jurnal: Kriteria Jurnal Scopus Yang Diakui Dikti

Filled under:



Publikasi jurnal internasional merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional dalam meningkatkan ketersediaan jurnal indonesia. Artikel yang dipublikasikan akan mendapatkan penghargaan dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya. Pada tahun 2019 Indonesia menargetkan sekitar 30Ribu KTI dapat dipublikasikan ke jurnal scopus.

Masih banyak kampus yang mungkin masih belum menyesuaikan  dengan keadaan ini. Peraturan DIKTI tetang kewajiban publikasi karya tulis ilmiah terutama yang terindex scopus. Terbukti banyak pengguna jasa kami yang salah memilih jurnal baik pemilihan dilakukan sendiri atau dengan bantuan jasa. 

Mungkin banyak pertanyaan, bagaimana jurnal scopus yang diakui dikti? Jurnal internasional itu sangat banyak macamnya dan banyak publishernya. Dikti hanya mengakui jurnal yang terindex scopus dalam artian terbitan dari Universitas Luar Negeri atau dari Publisher bereputasi. Universitas luar negeri yang jurnalnya banyak terindex scopus misalnya jurnal terbitan Oxford University, Cambridge University dll. Sedangkan dari publisher bereputasi yaitu Elsevier, Springer, Taylor Francis, Emeraldinsight, Wiley Online Library. Selain dari itu harap anda berhati hati. Banyak sekali jurnal internasioal yang terindex scopus tapi dianggap predator. Jurnal yang terindex scopus pasti jika anda mencarinya di SCIMAGOJR.COM anda akan menemukan nama jurnal tersebut terindex.

Salah satu ciri jurnal predator scopus yaitu artikel anda tidak mengalami review yang sebenarnya. Dalam artian artikel penelitian model apapun pasti akan gampang masuknya. Padalah jika anda masukkan ke jurnal bereputasi yang saya sebutkan selain hasil review lama tingkat penerimaannya tidak sampai 20% dengan jurmal artikel yang masuk lebih dari 100. Artikel yang masuk jurnal scopus memang harus benar-benar artikel yang berkualitas, bukan hasil plagiaris, ada kebaharuan, dan analisis yang tepat.

Di scopus pun ada tingkatan seperti q1-q4 yang menurut kebanyakan orang-orang memang q4 yang termudah. Menurut saya ada benarnya. Tetapi kebanyakan orang beranggapan bahwa artikel apa saja meskipun banyak plagiasinya dan berantakan dalam penulisannya bisa masuk q4. Ini adalah anggapan yang salah kaprah di kalangan akademik. Jurnal yang sudah terindex scopus mereka akan selalu mempertahankan kualitas jurnalnya. Jika penyedia jurnal asal menerima artikel dan jika ketahuan akan dapat menurunkan reputasi jurnal dan akan di hilangkan dari index scopus. Jadi jika ada yang beranggapan bahwa menembus Q4 scopus adalah mudah itu adalah salah besar.

Akhir kata jika anda ingin menerbitkan artikel bidang scopus pastikan artikel yang anda susun benar-benar berkualitas, ada kebaharuan baik metode, teori, produk atau pengembangan dari penelitian sebelumnya yang mampu memberikan konstibusi penelitian secara internasional.

Untuk itu anda harus berhati-hati dan cerdas menggunakan jasa publikasi jurnal internasional dan jasa lain secara online

Incoming search terms:
jurnal bereputasi dikti
kriteria jurnal bereputasi
jasa publikasi jurnal bereputasi
jasa publikasi jurnal berputasi dikti
jasa publikasi jurnal scopus
jasa publikasi
kriteria jurnal scopus diakui dikti
kriteria jurnal bereputasi versi dikti
jasa publikasi jurnal nasional terakreditasi dikti
jasa terjemah jurnal internasional scopus
jasa pencarian jurnal scopus

Posted By Yuda IswantoOktober 11, 2017

Senin, 14 Agustus 2017

Jurnal Bukan Predator Publish Cepat, ADA?

Filled under:

 
Kebutuhan publikasi karya tulis ilmiah di Indonesia semakin besar. Tetapi tidak dibarengi dengan ketersediaan jurnal terakreditasi Dikti di Indonesia. Banyak yang mengalami trauma karena jurnal internasional tidak diterima karena disebut jurnal predator. Banyak sekali mahasiswa S2 yang menggunakan jasa publikasi jurnal internasional bikintugas meminta yang LOA (Letter of acceptance) nya cepat dan tidak termasuk dalam kategori predator. Apakah ada yang demikian?

Kadang team bikintugas merasa kesulitan jika harus ditarget berapa lama harus dapat LOA atau artikel sudah publish. Pengguna jasa umumnya masih awam dalam publikasi jurnal sehingga  mereka perlu diberikan pengarahan lebih lanjut tentang publikasi jurnal internasional ini. Cepat dan tidaknya LOA yang akan didapatkan itu tergantung beberapa faktor yaitu:
  1. Periode publikasi jurnal ( 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan,dst)
  2. Lamanya proses review
  3. Kualitas artikel
  4. Kualitas Jurnal (Jurnal baik atau bukan)
  5. Keputusan editor
  6. dll
Jika ada yang cepat kemungkinan memang artikel anda bagus dan dalam memasukkan artikel tidak ada yang salah. Tetapi jika anda membutuhkan jurnal yang bukan predator dan minta publish atau dapat LOA dengan cepat jangan berharap lebih. Jika itu jurnal saya yang buat maka saya dengan senang hati menerima artikel anda. Tetapi itu jurnal orang lain, setidaknya kita harus patuh aturan jurnal tersebut agar mereka menghargai penelitian yang kita masukkan.

Apalagi jika sasaran anda jurnal yang terindex scopus dalam artian jurnal bereputasi yang disarankan oleh dikti seperti Elsevier, Taylor Francis, Springer dkk, harap anda baca Publikasi scopus cepat, adakah? << sebagai pengetahuan dan informasi pembaca. Jurnal bereputasi akan mereview artikel dengan ketat. Apalagi jika karya ilmiah yang akan publikasikan tidak ada kebaharuan dalam artian anda menggunakan penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya hanya berbeda variabel atau lokasi penelitian saja. Itu namanya bukan kebaharuan, tetapi penelitian ulang. Jelas artikel seperti itu tidak akan diterima jurnal yang bereputasi. Kalau jurnal yang index di bawahnya kemungkinan masih bisa.

Belum lagi kualitas artikel yang tidak tentu bagus. Dalam artian banyak unsur plagiasi. Kebanyakan artikel yang masuk itu banyak unsur plagiasinya baik sedikit,sedang, sampai parah. Hal ini terbukti dalam kutipan yang tidak dicantumkan di daftar pustaka atau jumlah kutipan tidak sesuai dengan daftar pustaka. Ini merupakan salah satu hal kecil dari sebagian besar plagiarism di Indonesia. 

Yang paling membingungkan team bikintugas yaitu ketika pengguna jasa meminta cepat dapat LOA atau publish dan minta bukan jurnal predator apakah ada? 

jika pembaca bisa menjawab pertanyaan di bawah ini, maka itu juga merupakan jawaban dari pertanyaan di atas:

Apakah jurnal itu milih bapak kamu??............. 

Itu tadi hanyalah sekedar informasi tentang publikasi jurnal internasional dan sebenarnya juga berlaku untuk yang nasional juga. Jika ada pertanyaan lebih lanjut mengenai publikasi jurnal nasional atau internasional, jangan sungkan untuk menghubungi admin bikintugas di bawah ini!

Yuda Iswanto
No Telp : 081515147161 (whatsap, sms, call)
E-mail : bikintugasku@gmail.com
 
Banyak sekali jasa yang bisa kami tawarkan kepada anda. Kami tidak hanya melayani jasa terjemah saja masih banyak jasa lain seperti Jasa PengetikanJasa Terjemah ArabJasa Publikasi Jurnal InternasionalJasa Pembuatan Power Pointjasa terjemah bahasa jawaJasa membuat artikel jurnal  dan masih banyak lagi pelayanan yang bisa kami berikAn untuk anda, silahkan anda menjelajah di website ini. Atau mungkin ada pekerjaan lain yang tidak ada di list kami juga bisa membantu anda. Kami ada disini tujuannya memang untuk meringankan beban tugas dan pekerjaan anda. 

Layanan baru yaitu jasa persewaan alat camping seperti tenda, tas carrier, sandal gunung dll.

Incoming search terms:
jasa publikasi jurnal nasional
jasa publikasi jurnal internasional terindex
jasa publikasi jurnal bukan predator
cara publikasi jurnal internasional
jasa publikasi jurnal terindex scopus
jasa publikasi jurnal bereputasi
jasa publikasi jurnal nasional terakreditasi dikti
jasa publikasi jurnal nasional bereputasi
jasa publikasi jurnal bereputasi
jasa publikasi jurnal inter
jasa publikasi jurnal terakreditasi dikti
jasa publikasi karya tulis ilmiah
jasa publikasi jurnal
jasa mendapatkan LOA jurnal internasional
jasa mendapatkan LOA publikasi jurnal


Posted By Yuda IswantoAgustus 14, 2017

Minggu, 06 Agustus 2017

Pilih Publikasi Jurnal Nasional atau Jurnal Internasional?

Filled under:



Publikasi artikel ilmiah merupakan salah satu keharusan bagi mahasiswa dan dosen sebagai perwujudan profesionalisme dalam bidang akademis. Bagi mahasiswa terutama S2 publikasi artikel ilmiah baik dari tesis atau mahasiswa S3 dari disertasi merupakan suatu keharusan. Bagi dosen sendiri publikasi karya tulis ilmiah merupakan kewajiban dan dapat digunakan untuk kenaikan jabatan. Ada beberapa opsi yang bisa digunkan dalam hal ini yaitu publikasi di jurnal nasional terakreditasi dikti dan jurnal internasional terindex.

Kita akan membahas sekilas publikasi jurnal nasional terakreditasi dikti:
Jurnal nasional terakreditasi sangat banyak sekali di Indonesia seperti Al-jamiah: Journal of Islamic Studies yang telah terindex scopus dan jurnal lainya yang masih banyak lagi dari akreditasi A sampai B. Permasalahannya adalah kebutuhan publikasi lebih banyak dibandingkan ketersediaan jurnal di Indonesia. Setiap kampus di fakultas masing-masing pasti memiliki jurnalnya sendiri-sendiri, tetapi nyatanya tidak mampu menampung karena kewajiban publikasi sehingga artikel yang masuk lebih banyak daripada jurnal yang tersedia. Pilihan yang lain adalah mengirimkan artikel ilmiah anda ke jurnal lain atau ke jurnal universitas lain. Apakah semudah itu? Jawabannya jelas tidak.

Logikanya setiap dosen memiliki kewajiban publikasi beserta mahasiswanya. Lebih baik mempublikasikan karya ilmiah dari mahasiswa dan dosen universitas sendiri daripada mahasiswa kampus lain. Selain itu dari luar negeri juga mulai melirik jurnal dari indonesia, karena saat ini banyak jurnal indonesia yang berbahasa internasional yaitu bahasa inggris. Pemilik jurnal akan lebih memprioritaskan artikel ilmiah dari luar negeri karena dapat meningkatkan kredibilitas jurnalnya dan mungkin juga kualitas artikel dari luar negeri bisa dibilang lebih baik. Selain itu di indonesia sendiri banyak sekali plagiat-plagiat yang tidak terkira jumlahnya. Seperti misalnya menggunakan metode dan teori sama hanya merubah tempat penelitian dan apakah penelitian seperti itu berkualitas? dan yang paling unik lagi, artikel seperti itu minta publikasi dengan index Scopus dan Thomshon Reuters yang selalu melekat pada jurnal bereputasi. 

Daripada itu jurnal nasional paling banyak terbit 4 kali dalam setahun atau per 3 bulan sekali,tetapi jurnal yang seperti itu sangat jarang sekali. Umunya 6 bulan sekali atau 4 bulan sekali.  Bayangkan jika anda mengirimkan artikel ke jurnal itu berapa lama artikel anda  akan di respon, dan belum tahu anda ada di antrian ke berapa. Tiap jurnal juga membatasi artikel yang masuk agar konsisten, misal 15 Artikel per volume. Sedangkan yang memasukkan artikel lebih dari itu, bagaimana nasib artikel anda?

Jurnal Internasional Terindex
Banyak sekali jurnal internasional yang bertebaran di google search enggine dari yang bereputasi sampai yang dianggap oleh predator yang kini websitenya telah punah (baca: jurnal predator). Jurnal internasional salah satu opsi jika jurnal nasional terakreditasi dikti sudah tidak bisa menampung artikel yang masuk karena banyaknya kepetingan. Jurnal nasionalpun juga tidak banyak yang bisa anda masukkan karena anggapan jurnal predator yang telah meluas karena salah satu website yang kini telah punah yaitu di scholarlyoa.com yang telah menjadi rujukan para akademisi dunia meski banyak pro dan kontra. Dikti menyaratkan untuk mahasiswa S3 wajib untuk publikasi scopus dan mahasiswa S2 juga tergantung kebijakan dosen atau universitas. Untuk S2 sendiri sepertinya tidak terlalu berat cukup publikasi jurnal nasional terakreditasi dikti atau jurnal internasional terindex. Tetapi ada juga universitas yang mengharuskan publikasi jurnal internasional terindex scopus atau Thomson reuters entah itu karena untuk kepentingan dosennya atau memang ketentuan kampus tetapi untuk mahasiswa S2 yang umumnya penelitiannya sangat jarang ada kebaharuan dan bahkan masih banyak plagiarism menembus scopus dan thomson reuters adalah hal yang hampir mustahil, karena jurnal bereputasi benar2 mereview artikel masuk dengan sangat ketat sehingga hanya artikel yang ada kebaharuan yang bisa masuk. 

Jika jurnal nasional sudah tidak memungkinkan lagi sebagai sasaran sudah saat nya beralih ke jurnal internasional terindex. Karena banyak sekali pilihan yang bisa ditemukan sebagai alternatif agar dapat mempublikasikan artikel ilmiah anda. Mungkin ada istilah jurnal predator dan jurnal bereputasi. Jurnal bereputasi pasti terindex scopus atau thomson reuters seperti (elsevier, taylor francis, emeraldinsight, springger, dll). Pertanyaanya apakah artikel yang tidak ada kebaharuan bisa masuk jurnal bereputasi? tentu saja mereka hanya memilih artikel yang benar2 berkualitas dalam artian ada kebaharuan dan berguna bagi bidang ilmu pengetahuan. Sebenarnya jurnal predator itulah yang menjadi penolong, karena review mereka tidak terlalu ketat bahkan ada yang tanpa review. Entah apa yang menjadikan mereka disebut predator. Jika artikel yang tidak berkualitas dimasukkan ke jurnal bereputasi dimanapun itu pasti hasilnya akan sama yaitu penolakan.

Incoming search terms:
Jasa publikasi jurnal nasional
publikasi jurnal nasional terakreditasi dikti
jurnal internasional terakreditasi dikti
cara publikasi jurnal internasional
jasa publikasi jurnal bereputasi
jasa publikasi jurnal internasional terindex
jasa publikasi jurnal untuk syarat kelulusan S2 
jasa publikasi jurnal untuk wisuda
jasa publikasi jurnal internasional terindex
jasa publikasi jurnal nasional bereputasi
jasa publikasi jurnal internasional Scopus
jasa publikasi jurnal internasional DOAJ
jasa publikasi jurnal internasional Thomson Reuters
jasa publikasi jurnal EBSCO
jasa publikasi jurnal Proquest
jasa publikasi jurnal Crosreff
jasa publikasi tesis
jasa publikasi disertasi

Posted By Yuda IswantoAgustus 06, 2017

Rabu, 07 Juni 2017

Membahas Syarat Kelususan S2 Publikasi Jurnal Internasional

Filled under:


Publikasi jurnal internasional saat ini merupakan salah satu kewajiban yang harus dipenuhi oleh mahasiswa S2 agar dapat digunakan untuk keperluan akademis seperti ujian tesis atau syarat kelulusan. Oleh karena itu boleh anda siapkan sejak semester awal agar anda tidak kebingungan setelah ujian tesis anda berakhir, karena pasti anda akan dimitnta publikasi jurnal internasional terindex.

Di halaman ini kita akan membahas Permenristekdikti No 20 Tahun 2017
  1. Karya ilmiah ditulis dengan memenuhi kaidah ilmiah dan etika keilmuan. Maksudnya dalam hal ini tulisan harus disusun secara sistematis sesuai dengna kaidah ilmiah dan tidak boleh mengandung unsur plagiarism baik sedikit, sebagian atau seluruhnya sesuai dengan etika keilmuan.
  2. Memiliki ISSN. Bisa disebut sebagai stand kode internasional yang biasa digunakan untuk memberikan identitas berupa kode pada suatu Jurnal Ilmiah.
  3. Ditulis menggunakan bahasa resmi PBB ( Arab, Inggris, Spanyol, Perancis,Rusia, Spayol, dan Tiongkok). Jika anda saat ini berada di indonesia pasti sudah familiar dengan bahasa inggris dan bahasa arab. Anda bisa menggunakan jasa kami untuk ini.
  4. Dewan redaksi (Editorial Boar) adalah pakar bidangnya paling sedikit berasal dari empat negara. Maksudnya dalam jurnal tersebut editornya ada minimal 4 yang berbeda negara yang memiliki kemampuan sesuai bidang ilmu yang ada di jurnal.
  5. Memiliki terbitan versi online: dalam hal ini jurnal menyediakan artikel yang sudah terbit secara online ada yang dapat diunduh secara gratis maupun berbayar.
  6. Artikel ilmiah yang diterbitkan dalam 1 nomor terbitan paling sedikit penulisnya berasal dari 2 negara. Jika anda memasukkan artikel paling tidak dalam satu nomor terbitan harus ada minimal harus ada penulis dari 2 orang negara misal penulis dari negara rusia dan indonesia.
  7. Jurnal yang diakui Direktorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.
  8. Jurnal yang memenuhi kriteria pad huruf a sampai g, namun mempunyai faktor dampak 0 atau not available dari ISI Web of Science atau jurnal terindeks di SCImago dengan Q4 atau terindeks di Microsoft Academic Search. Jurnal yang diakui dalah hal ini termasuk jurnal yang sudah terindex Thomson Reuters atau Scopus yang dapat dilihat pada database mereka.Tetapi jika anda ingin menerbitkan karya tulis disini pastikan artikel anda terdapat penemuan baru bukan hanya sekedar melakukan penelitian ulang atau penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya tanpa adanya penemuan baru.
  9. Jurnal Ilmiah Nasional terakreditasi B dari Kementerian yang diterbitkan dalam salah satu bahasa PBB, terindeks di DOAJ dengan indikator green thick. Jurnal nasional umumnya sangat lama jika anda publikasi disini dikarenakan terbitannya yang lama dan proses antrian lebih panjang.
  10. Karya Ilmiah pada prosiding internasional yang terindeks basis data internasional (Web of Science, Scopus) dinilai sama dengan jurnal internasional.
Kesimpulan: Jika anda mahasiswa S2 lebih baik melakukan publikasi jurnal internasional terindex saja mengingat jurnal nasional sendiri butuh waktu yang lama dan antrian panjang. Selain itu mahasiswa S2 sepertinya belum diwajibkan untuk harus publikasi jurnal Scopus karena jurnal itu memang sangat sulit ditembus. Bahkan banyak peneliti yang sudah menempuh pendidikan doktor akan mengalami kesulitan. Karena dibutuhkan kesabaran dan artikel yang benar-benar berkualitas. Jika menurut para pembimbing anda artikel anda sangat bagus belum tentu menurut mereka artikel anda berkualitas. Karena diperlukan adanya konstibusi dalam dunia penelitian misalkan anda menemukan konsep baru, teori baru, alat baru, desain baru, dsb.



incoming search terms:
cara publikasi jurnal internasional scopus
tips menembus jurnal scopus
Permenristekdikti No 20 Tahun 2017
cara publikasi jurnal nasional
jurnal nasional yang diakui dikti 2017
jurnal internasional terindex thomson reuters
aturan publikasi jurnal tesis
aturan publikasi jurnal skripsi
aturan publikasi jurnal internasional disertasi
cara publikasi jurnal nasional
tips publikasi jurnal inernasional
jasa publikasi jurnla
publikasi jurnal internasional scopus diakui dikti
jasa publikasi jurnal internasional terindex
jasa publikasi jurnal scopus
jasa konsultasi jurnal scopus

Posted By Yuda IswantoJuni 07, 2017

Jumat, 02 Juni 2017

Info Permendikti Nomor 20 TAHUN 2017

Filled under:


SALINAN

MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2017

TENTANG
PEMBERIAN TUNJANGAN PROFESI DOSEN DAN TUNJANGAN KEHORMATAN PROFESOR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang: a. bahwa tunjangan profesi bagi dosen dan tunjangan kehormatan profesor diberikan sebagai penghargaan terhadap kinerja dosen; b. bahwa untuk meningkatkan kinerja dosen, perlu dilakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan tridharma perguruan tinggi yang dilakukan oleh dosen, khususnya di bidang penelitian dalam rangka meningkatkan jumlah dan mutu penelitian dosen; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalamhuruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tentang Pemberian Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Profesor;

Mengingat:
  1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586);- 2 -
  2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 158 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5336);
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2009 tentang Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5007);
  4. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2009 tentang Tunjangan Profesi Guru dan Dosen, Tunjangan Khusus Guru dan Dosen, serta Tunjangan Kehormatan Profesor (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 85, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5016);
  5. Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2015 tentang Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 14);
  6. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 164/PMK.05/ 2010 tentang Tata Cara Pembayaran Tunjangan Profesi Guru dan Dosen, Tunjangan Khusus Guru dan Dosen, serta Tunjangan Kehormatan Profesor (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 441);
  7. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan TinggiNomor 15 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 889);

MEMUTUSKAN:
Menetapkan: PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI TENTANG PEMBERIAN TUNJANGAN PROFESI DOSEN DAN TUNJANGAN KEHORMATAN PROFESOR.
Pasal 1
Dalam Peraturan Menteri iniyang dimaksud dengan:
  1. Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu- 3 - pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
  2. Tridharma Perguruan Tinggi adalah kewajiban perguruan tinggi untuk menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. 
  3. Profesor adalah jabatan akademik tertinggi bagi Dosen yang masih melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi di lingkungan perguruan tinggi.
  4. Lektor Kepala adalah jabatan akademik Dosen yang diperoleh setelah memenuhi angka kredit kumulatif paling rendah 400 (empat ratus) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,
  5. Lektor adalah jabatan akademik Dosen yang diperoleh setelah memenuhi angka kredit kumulatif paling rendah 200 (dua ratus) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  6. Asisten Ahli adalah jabatan akademik Dosen yang diperoleh setelah memenuhi angka kredit kumulatif paling rendah 150 (seratus limapuluh) sesuaidengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  7. Satuan Kredit Semester, yang selanjutnya disingkat sks adalah takaran waktu kegiatan belajar yang dibebankan pada mahasiswa per minggu per semester dalam proses pembelajaran melalui berbagai bentuk pembelajaran atau besarnya pengakuan atas keberhasilan usaha mahasiswa dalam mengikuti kegiatan kurikuler di suatu program studi.
  8. Kementerian adalah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.
  9. Menteri adalah Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.
Pasal 2
Tunjangan profesi diberikan kepada Dosen yang memiliki jabatan akademik Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala, dan Profesor.
Pasal 3
(1) Tunjangan profesi diberikan kepada Dosen sebagaimana dimaksud dalam Pasal2, apabila memenuhi persyaratan: a. memilikiSertifikat Pendidik yang diterbitkan oleh Kementerian; b. melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi dengan beban kerja paling sedikit sepadan dengan 12 (dua belas) sks dan paling banyak sepadan dengan 16 (enam belas) sks pada setiap semester dengan ketentuan:
  1. beban kerja pendidikan dan penelitian paling sedikit sepadan dengan 9 (sembilan) sks yang dilaksanakan di perguruan tinggi yang bersangkutan; dan
  2. beban kerja pengabdian kepada masyarakat dapat dilaksanakan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan atau melaluilembaga lain.
c. tidak terikat sebagai tenaga tetap pada lembaga lain di luar perguruan tinggi tempat yang bersangkutan bertugas; d. memilikiNomor Induk Dosen Nasional; dan e. berusia paling tinggi 70 (tujuh puluh) tahun untuk Profesor dan 65 (enam puluh lima) tahun untuk Lektor Kepala, Lektor, dan
Asisten Ahli.

(2) Dosen yang mendapat penugasan sebagai pimpinan perguruan tinggi yang bersangkutan sampai dengan tingkat jurusan atau nama lain yang sejenis, memperoleh tunjangan profesi sepanjang yang
bersangkutan melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi, dengan dharma pendidikan paling sedikit sepadan dengan 3 (tiga) sks di perguruan tinggiyang bersangkutan.

Pasal 4
(1) Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah di Indonesia, bagi dosen yang memiliki jabatan akademik Lektor Kepala harus menghasilkan: a. paling sedikit 3 (tiga) karya ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal nasional terakreditasi; atau b. paling sedikit 1 (satu) karya ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal internasional, dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun. (2) Selain menghasilkan karya ilmiah sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dosen yang memiliki jabatan akademik Lektor Kepala harus menghasilkan: a. buku atau paten; atau b. karya senimonumental/ desain monumental, dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun. (3) Karya seni monumental/desain monumental sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b harus diakui oleh peer review nasional dan disahkan oleh senat perguruan tinggi. (4) Ketentuan mengenai kriteria karya ilmiah dan karya seni monumental/ desain monumental sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan Peraturan Menteri ini.

Pasal 5
(1) Tunjangan profesi bagi Dosen dihentikan sementara apabila: a. mendudukijabatan struktural; b. diangkat sebagai pejabat negara; dan/ atau c. tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 dan Pasal 4 khusus bagi Lektor Kepala.
(2) Tunjangan profesi Dosen yang dihentikan sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b dibayarkan kembali setelah aktif sebagai Dosen pada perguruan tinggi.
(3) Tunjangan profesi Dosen yang dihentikan sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dibayarkan kembali mulai tahun berikutnya setelah memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam
Pasal3 dan Pasal 4 khusus untuk Lektor Kepala.

Pasal 6
Tunjangan profesi bagi Dosen dihentikan apabila:
a. meninggaldunia; b. mencapai batas usia pensiun 70 (tujuh puluh) tahun untuk profesor dan 65 (enam puluh lima) untuk Lektor Kepala, Lektor, dan Asisten Ahli; c. mengundurkan diri sebagai Dosen atas permintaan sendiri atau alihtugas; d. diberhentikan dari jabatan akademik Profesor, Lektor Kepala, Lektor, dan Asisten Ahli; dan/atau e. tidak lagimemiliki Nomor Induk Dosen Nasional.- 6 -

Pasal 7
(1) Tunjangan profesi bagi Dosen dibatalkan apabila: a. memalsukan data dan dokumen yang dipersyaratkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; b. sertifikat pendidik dibatalkan; dan/ atau c. melakukan plagiat. (2) Tunjangan profesi yang dibatalkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib dikembalikan ke kas negara.

Pasal 8
(1) Tunjangan kehormatan diberikan kepada Dosen dengan jabatan akademik Profesor yang memenuhi persyaratan: a. memilikisertifikat pendidik yang diterbitkan oleh Kementerian; b. melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi dengan beban kerja paling sedikit sepadan dengan 12 (dua belas) sks dan paling banyak sepadan dengan 16 (enam belas) sks pada setiap semester sesuai dengan kualifikasi akademiknya dengan ketentuan:
  1. beban kerja pendidikan dan penelitian paling sedikit sepadan dengan 9 (sembilan) sks yang dilaksanakan di perguruan tinggi yang bersangkutan; dan
  2. beban kerja pengabdian kepada masyarakat dapat dilaksanakan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan atau melaluilembaga lain.

c. tidak terikat sebagai tenaga tetap pada lembaga lain di luar perguruan tinggi tempat yang bersangkutan bertugas; d. memilikiNomor Induk Dosen Nasional; e. belum berusia 70 (tujuh puluh) tahun; f. membimbing penelitian mahasiswa; g. telah menghasilkan: 1. paling sedikit 3 (tiga) karya ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal internasional; atau 2. paling sedikit 1 (satu) karya ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal internasional bereputasi, dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun. h. selain menghasilkan karya ilmiah sebagaimana dimaksud dalam huruf g, Profesor harus menghasilkan:
  1. 1. buku atau paten; atau
  2. karya senimonumental/ desain monumental, dalam kurun waktu 3 (tiga) tahun.

(2) Karya seni monumental/desain monumental sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf h angka 2 harus diakui oleh peer review internasional dan disahkan oleh senat perguruan tinggi. (3) Profesor yang mendapat penugasan sebagai pimpinan perguruan tinggi yang bersangkutan sampai dengan tingkat jurusan atau nama lain yang sejenis, memperoleh tunjangan kehormatan sepanjang yang bersangkutan melaksanakan dharma pendidikan paling sedikit sepadan dengan 3 (tiga) sks di perguruan tinggi yang bersangkutan dan memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf g dan huruf h. (4) Ketentuan mengenai kriteria karya ilmiah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf g dan huruf h tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan Peraturan Menteri ini.

Pasal 9
(1) Tunjangan kehormatan Profesor dihentikan sementara apabila:
a. mendudukijabatan struktural; b. diangkat sebagaipejabat negara; dan/ atau c. tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8.
(2) Tunjangan kehormatan Profesor yang dihentikan sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b dibayarkan kembali setelah aktif kembali sebagai profesor pada perguruan tinggi;
(3) Tunjangan kehormatan Profesor yang dihentikan sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c dibayarkan kembalimulai tahun berikutnya setelah memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8.

Pasal 10
Tunjangan kehormatan Profesor dihentikan apabila: a. meninggaldunia; b. mencapaibatas usia pensiun 70 (tujuh puluh) tahun; c. mengundurkan diri sebagai Dosen atas permintaan sendiri atau alih
tugas; d. diberhentikan dari jabatan akademik Profesor; dan/atau e. tidak lagimemiliki Nomor Induk Dosen Nasional.

Pasal 11
(1) Tunjangan kehormatan Profesor dibatalkan apabila: a. memalsukan data dan dokumen yang dipersyaratkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; b. sertifikat pendidik dibatalkan; dan/ atau c. melakukan plagiat.
(2) Tunjangan kehormatan Profesor yang dibatalkan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib dikembalikan ke kas negara.

Pasal 12
(1) Tunjangan profesi Dosen dan tunjangan kehormatan Profesor dievaluasisetiap 3 (tiga) tahun. (2) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sejak yang bersangkutan ditetapkan atau diaktifkan kembali sebagai Dosen atau Profesor. (3) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan olehDirektorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Pasal 13
Evaluasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 dilakukan dengan tahapan: a. pemimpin perguruan tinggi negeri yang diselenggarakan oleh Kementerian atau Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi bagi perguruan tinggi swasta melakukan evaluasi dan membuat keputusan penetapan calon penerima tunjangan profesi Dosen dan tunjangan kehormatan Profesor pada awal bulan Oktober sesuai dengan persyaratan; b. pemimpin perguruan tinggi negeri yang diselenggarakan oleh Kementerian atau Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi bagi perguruan tinggi swasta mengajukan keputusan penetapan calon penerima tunjangan profesi Dosen dan tunjangan kehormatan Profesor kepada Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada akhir bulan Oktober; dan c. Direktur Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melakukan evaluasi atau verifikasi dan menetapkan keputusan penerima tunjangan profesi Dosen dan
tunjangan kehormatan Profesor atas nama Menteri pada bulan November, yang berlaku mulai bulan Januari tahun berikutnya.

Pasal 14
(1) Untuk pertama kali, evaluasi pemberian tunjangan profesi Dosen dan tunjangan kehormatan Profesor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 dilakukan pada bulan November 2017. (2) Evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan memperhitungkan karya ilmiah sejak tahun 2015.

Pasal 15
(1) Pemimpin perguruan tinggi negeri wajib menyampaikan laporan kelayakan pemenuhan persyaratan pemberian tunjangan tunjangan kehormatan Profesor setiap tahun kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. (2) Pemimpin perguruan tinggi swasta wajib menyampaikan laporan kelayakan pemenuhan persyaratan pemberian tunjangan kehormatan Profesor setiap tahun kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi melaluiLembaga Layanan Pendidikan Tinggi.

Pasal 16
Dalam hal Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi belum terbentuk, penyampaian laporan kelayakan pemenuhan persyaratan pemberian tunjangan profesi dan tunjangan kehormatan Profesor setiap tahun
kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 dilakukan melalui KoordinasiPerguruan Tinggi Swasta.

Pasal 17
Tunjangan Profesi dan Tunjangan Kehormatan diberikan terhitung mulai bulan Januari tahun berikutnya setelah dosen yang bersangkutan memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan.

Pasal 18
Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 78 Tahun 2013 tentang Pemberian Tunjangan Profesi dan Tunjangan Kehormatan bagi Dosen yang Menduduki Jabatan Akademik Profesor (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 857) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 89 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 78 Tahun 2013 tentang Pemberian Tunjangan Profesi dan Tunjangan Kehormatan bagi Dosen yang Menduduki Jabatan Akademik Profesor (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 1065), dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 19
Peraturan Menteriinimulai berlaku pada tanggaldiundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal27 Januari 2017
MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN
PENDIDIKAN TINGGI
REPUBLIKINDONESIA,
TTD.
MOHAMAD NASIR

Diundangkan di Jakarta pada tanggal27 Januari2017
DIREKTUR JENDERAL
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
KEMENTERIAN HUKUM DAN HAKASASI MANUSIA
REPUBLIK INDONESIA,
TTD.
WIDODO EKATJAHJANA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2017 NOMOR 173

Telah diperiksa dan disetujui:
Salinan sesuaidengan aslinya
Kepala Biro Hukum dan Organisasi
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi,
Ani Nurdiani Azizah
NIP. 195812011985032001



Incoming search terms:
peraturan dikti 2017
permendikti 2017
permendikti nomor 20 tahun 2017
peraturan dikti tentang publikasi jurnal
peraturan dikti tentang publikasi karya tulis ilmiah 2017
peraturan dikti tentang publikasi 2017
peraturan dikti 2017
peraturan dikti kenaikan jabatan 2017
permendikti 2017 tentang jurnal internasional
permendikti 2017 tentang publikasi jurnal nasional
jasa publikasi jurnal internasional
peraturan dikti 2017 tentang tunjangan dosen
peraturan dikti tentang jabatan 2017
peraturan dikti tentang kenaikan pangkat 2017
tunjangan dosen 2017
tunjangan jabatan dosen 2017
peraturan dikti tentang profesi 2017
peraturan dikti tentang tunjangan profesi dosen 2017


Posted By Yuda IswantoJuni 02, 2017