Selasa, 30 Oktober 2018

Prestasi Kerja dan Penilaian Prestasi Kerja

Filled under:



Jika membutuhkan jasa di website ini hubungi admin
Yuda Iswanto
Email: bikintugasku@gmail.com
Whatsapp: 081515147161

Pengertian Prestasi Kerja
Pada umumnya perusahaan menginginkan jika karyawannya dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik. Tetapi jika tuntutan itu harus dipenuhi karyawan, maka perlakuan perusahaan jelas berbedan seperti perlakukan dengan alat produksi lainnya misalnya pada mesin produksi. Karyawan wajib di ikutsertakan pada kegiatan yang dapat mendukung pekerjaan yang dilakukan agar lebih baik dan mampu menggunakan alat-alat produksi di perusahaannya. Tanpa peran aktif dari karyawan, peralatan yang ada akan sia-sia bagi perusahaan dalam mencapai tujuannya. Salah satu tolak ukur keberhasilan perusahaan salah satunya adalah prestasi kerja. Perlunya umpan balik karyawan dan perusahaan, prestasi kerja diperlukan penilaian agar perusahaan dapat memberikan evaluasi. 

Ukuran terakhir keberhasilan dari suatu perusahaan adalah prestasi kerja. Karena baik departemen itu sendiri maupun karyawan memerlukan umpan balik atas upayanya masing-masing, maka prestasi kerja dari setiap karyawan perlu dinilai. Djati dan Khusaini (2004) menyatakan bahwa prestasi kerja merupakan hasil kerja yang telah dicapai seseorang dalam melaksanakan pekerjaan yang telah diberikan berdasarkan atas kemampuan, kecakapan, pengalaman, kesungguhan, dan waktu. 

Sedangkan menurut Nurrofi (2012) prestasi kerja merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang atau karyawan sebagai hasil dari perilaku kerja dalam melaksanakan aktiviasnya yang didasari oleh rasa tanggung jawab.


Dari kedua pendapat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa prestasi kerja merupakan hasil yang dicapai seseorang dalam melakukan pekerjaan yang telah diberikan kepadanya karena adanya rasa tanggung jawab dan dikerjakan berdasarkan pengetahuan, sikap, keterampilan, dan motivasi.

Penilaian Prestasi Kerja
Menurut Yolanda et al., (2018) menyatakan bahwa penilaian prestasi kerja dapat dilakukan dengan mengetahu unsur-unsur dari prestasi kerja yang akan dinilai. Unsur-unsut tersebut antara lain ketepatan kerja, ketelitian kerja, kebersihan kerja, dan sikap kerja. Kualitas kerja terdiri dari output dan penyelesainan pekerjaan yang dilakukan. Ketelitian kerja merupakan kehati-hatian dalam pekerjaan sehingga menghasilkan pekerjaan yang baik dan rapi. Kebersihan kerja merupakan upaya yang dilakukan untuk menjaga kebersihan tempat bekerja. Sikap kerja merupakan usaha untuk menyesuaikan diri sendiri kepada lingkungan perusahaan.

Menurut Sunardi, (2011) penilaian kinerja “(performance appraisal) merupakan proses evaluasi karyawan dalam melakukan pekerjaan mereka dengan perangkat standart yang telah ditetapkan oleh perusahaan, dan kemudian mengomunisasikan informasi tersebut kepada karyawan. Penilaian kinerja juga disebut pemeringkatan karyawan, evaluasi karyawan, tinjauan kinerja, evaluasi kerja, dan penilaian hasil. Penilaian kinerja digunakan secara luas untuk mengelola upah dan gaji, memberikan umpan balik kinerja, dan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan karyawan individual.

Menurut Zudia dan Nasir (2010) melakukan penilaian kerja karyawan wajib menggunakan standart dan tolak ukur keberhasilan kerja yang dapat dipertanggung jawabkan . Pendapat  Ananta dan Winiarti (2013) mengemukakan bahwa penilaian kerja dapat diukur melalui prestasi kerja yang bersifat subjektif dan objektif. Ukuran-ukuran prestasi kerja obyektif adalah ukuran-ukuran yang dibuktikan atau diuji oleh orang lain. Ukuran-ukuran subyektif adalah ukuran-ukuran penilaian yang tidak dapat dibuktikan atau diuji oleh orang lain”.

DAFTAR PUSTAKA
Djati, S. P., & Khusaini, M. K. M. (2004). Kajian terhadap kepuasan kompensasi, komitmen organisasi, dan prestasi kerja. Jurnal manajemen dan Kewirausahaan, 5(1), 25-41.
Nurrofi, A. (2012). Pengaruh Disiplin Kerja dan Pengalaman Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada Departemen Produksi PT. Leo Agung Raya Semarang. Jurnal Ilmu Manajemen dan Akuntansi Terapan, 3(1).
Yolanda, A., Ranita, S. V., Idris, I., & Nurismilida, N. (2018). Efektivitas Penilaian Prestasi Kerja Karyawan (Studi Kasus: Ptpn Iv (Persero)-Kebun Tinjowan Simalungun). Jurnal Bis-A: Jurnal Bisnis Administrasi, 4(2), 69-74. 
Sunardi, H. (2011). Pengaruh penilaian kinerja dengan ROI dan EVA terhadap return saham pada perusahaan yang tergabung dalam indeks LQ 45 di Bursa Efek Indonesia. Jurnal akuntansi, 2(1), p-70. 
Zudia, M., & Nasir, M. (2010). Analisis Penilaian Kinerja Organisasi dengan Menggunakan Konsep Balanced Scorecard pada PT Bank Jateng Semarang (Doctoral dissertation, Universitas Diponegoro).
Ananta, P. W., & Winiarti, S. (2013). Sistem Pendukung Keputusan Dalam Penilaian Kinerja Pegawai untuk Kenaikan Jabatan Pegawai menggunakan Metode GAP Kompetensi (Studi Kasus Perusahaan Perkasa Jaya Compuretail). JSTIE (Jurnal Sarjana Teknik Informatika)(E-Journal), 1(2), 574-583.