Law and Economics: Cara Tembus Jurnal Sinta 3 Law and Economics Tanpa Revisi Mayor
Menulis artikel ilmiah dengan pendekatan Law and Economics (Analisis Ekonomi Terhadap Hukum) saat ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengelola jurnal di Indonesia. Pendekatan interdisipliner ini menawarkan sudut pandang yang lebih segar dan solutif dibandingkan penelitian hukum doktrinal yang cenderung monoton.
Namun, menembus jurnal Sinta 3 dengan pendekatan ini bukan tanpa tantangan. Banyak penulis terjebak pada analisis yang terlalu teoritis atau bahkan salah kaprah dalam menerapkan instrumen ekonomi ke dalam norma hukum. Akibatnya, editor langsung menjatuhkan putusan rejection atau meminta revisi mayor yang menguras energi.
Bagaimana caranya agar artikel Law and Economics Anda bisa langsung memikat hati reviewer dan lolos dengan revisi minor? Simak strategi taktisnya di bawah ini.
1. Pahami Esensi Economic Analysis of Law dengan Tepat
Kesalahan paling umum dari penulis pemula adalah menganggap Law and Economics hanya sekadar menghitung kerugian finansial dari suatu kasus hukum. Padahal, esensi utama dari pendekatan ini adalah menguji efisiensi (efisiensi alokatif maupun efisiensi Pareto) dari suatu regulasi atau kebijakan.
Saat menyusun bagian pendahuluan, pastikan Anda menjelaskan bagaimana sebuah aturan hukum memengaruhi perilaku masyarakat (insentif dan disinsentif). Gunakan konsep-konsep dasar seperti cost-benefit analysis, eksternalitas, atau transaction costs untuk membedah masalah hukum yang sedang Anda teliti. Jika fondasi teoritisnya kuat, reviewer tidak akan ragu dengan validitas riset Anda.
2. Rumuskan Novelty yang Berfokus pada Isu Kontemporer
Jurnal terakreditasi Sinta 3 sangat mengutamakan kebaruan ilmiah (novelty). Jangan lagi menulis topik yang sudah usang, seperti analisis pasal perdata secara normatif murni. Cobalah untuk bergeser ke isu-isu ekonomi digital, hukum persaingan usaha, regulasi fintech, atau efisiensi penegakan hukum lingkungan.
Contoh rumusan masalah yang kuat: Apakah penerapan sanksi denda administratif dalam regulasi perlindungan data pribadi di Indonesia sudah mencapai titik efisiensi ekonomi, atau justru menghambat inovasi industri digital? Pertanyaan seperti ini jauh lebih menarik daripada sekadar menanyakan bagaimana perlindungan hukum terhadap konsumen.
📢 Butuh Bantuan Menyulap Naskah Anda Menjadi Slide Presentasi yang Memikat?
Jangan biarkan riset luar biasa Anda gagal tersampaikan dengan baik saat sidang atau seminar hasil! Kami siap membantu menyusun draf PowerPoint (PPT) ujian skripsi, tesis, dan disertasi secara profesional, estetik, dan sesuai dengan alur logika akademik.
Desain Minimalis & Akademis (Bukan template pasaran)
Fokus pada Poin Penting & Novelty Riset
Pengerjaan Cepat & Responsif
🟢 Hubungi Kami via WhatsApp:
[Hubungi Admin Layanan Desain PPT] (Klik untuk langsung terhubung)
3. Metodologi yang Rigid: Kunci Menghindari Revisi Mayor
Bagian metodologi sering kali menjadi "kuburan" bagi artikel yang disubmit ke jurnal Sinta 3. Jika Anda mengklaim menggunakan pendekatan Law and Economics, jelaskan secara transparan bagaimana metode tersebut dioperasionalkan.
Jika menggunakan metode Kualitatif: Jelaskan bagaimana pendekatan ekonomi makro atau mikro digunakan untuk menganalisis doktrin hukum yang ada.
Jika menggunakan metode Kuantitatif: Paparkan variabel, sumber data sekunder (misalnya data BPS atau laporan keuangan perusahaan), serta teknik analisis statistik yang Anda gunakan.
Konsistensi antara metode yang dijanjikan di bab pendahuluan dengan penyajian di bab pembahasan adalah kunci utama untuk lolos dari jerat revisi mayor.
4. Sitasi yang Proporsional dan Relevan
Reviewer Sinta 3 akan langsung memeriksa daftar pustaka Anda. Untuk artikel interdisipliner seperti ini, pastikan minimal 80% rujukan Anda berasal dari jurnal ilmiah bereputasi (baik Sinta maupun Scopus) dalam 5 tahun terakhir. Jangan terlalu banyak menyitasi buku teks (textbook) dasar.
Sebagai referensi konkret mengenai gaya penulisan dan ruang lingkup topik sejenis, Anda dapat mempelajari draf-draf artikel yang telah sukses diterbitkan oleh salah satu jurnal hukum terakreditasi nasional, seperti
5. Patuhi Gaya Selingkung (Author Guidelines) Tanpa Toleransi
Meskipun substansi artikel Anda sangat brilian, editor tidak akan segan untuk melakukan desk rejection jika Anda mengabaikan template jurnal. Setiap naskah hukum yang masuk harus disesuaikan dengan jumlah kata maksimal, sistem sitasi (apakah menggunakan footnote Chicago Style, APA, atau Mendeley otomatis), hingga format penulisan abstrak.
Tulis abstrak yang padat (150-200 kata) yang mencakup: Latar belakang singkat, tujuan riset, metode yang digunakan, hasil temuan utama, dan implikasi kebijakan secara ekonomi. Abstrak yang ditulis dengan baik memberikan impresi pertama yang positif bagi reviewer.
Kesimpulan
Menembus jurnal Sinta 3 dengan artikel bertema Law and Economics sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan, asalkan Anda mampu mengawinkan logika hukum dan efisiensi ekonomi secara proporsional. Fokuslah pada penataan metodologi yang bersih, pemilihan isu yang segar, dan kepatuhan mutlak pada gaya selingkung. Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, naskah Anda akan memiliki peluang jauh lebih besar untuk langsung melenggang ke tahap production dengan revisi yang minimal. Selamat menulis!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah yang bijak dan tidak menyebarkan link judi, sara dan hal yang melanggar hukum, terimakasih.