Kamis, 14 Oktober 2021

Belajar Lebih dalam Definisi, Faktor, dan Indikator Disiplin Kerja

Filled under:

 


Definisi Disiplin Kerja

            Kedisiplinan merupakan fungsi operasional manajemen sumber daya manusia yang terpenting karena semakin baik disiplin kerja karyawan maka semakin baik kinerja yang dapat dicapai. Tanpa disiplin yang baik, sulit bagi organisasi untuk mencapai hasil yang optimal. Kedisiplinan merupakan faktor yang utama yang diperlukan sebagai alat peringatan terhadap karyawan yang tidak mau berubah sifat dan perilakunya sehingga karyawan dikatakan memiliki disiplin yang baik jika karyawan tersebut memiliki rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan kepadanya. Definisi disiplin kerja yaitu suatu sikap atau perilaku dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan atau instansi yang bersangkutan baik secara tertulis maupun tidak tertulis (Sutanto & Suwondo, 2015). Hal ini serupa dengan pendapat Nurjaya et al, (2021)  bahwa disiplin kerja adalah sikap mental untuk memenuhi atau menaati suatu kaidah baik tertulis maupun tidak terulis yang didasarkan atas kebenaran manfaat. Nasir et al, (2021) mengemukakan bahwa disiplin organisasi merupakan tindakan manajemen untuk mendorong para anggota organisasi memenuhi tuntutan berbagai ketentuan tersebut. Disiplin karyawan adalah salah satu bentuk pelatiihan yang berusaha memperbaiki dan membentuk pengetahuan, sikap mental, kemampuan, dan perilaku karyawan sehingga para karyawan tersebut secara sukarela berusaha bekerja secara kooperatif dan meningkatkan prestasi kerjanya. Dari beberapa pengertian disiplin kerja yang dikemukakan oleh beberapa ahli dapat disimpulkan bahwa sikap kesadaran, kerelaan, dan kesediaan seorang dalam mematuhi dan menaati peraturan dan norma-norma sosial yang berlaku di lingkungan sekitar.

 

Faktor Disiplin Kerja

Menurut Isvandiari & Al Idris, (2018) faktor yang mempengaruhi disiplin karyawan yaitu:

1.      Besar kecilnya pemberian kompensasi

Besar kecilnya pemberian kompensasi dapat mempengaruhi tegaknya disiplin. Para karyawan akan mematuhi segala peraturan yang berlaku, jika ia merasa mendapat jaminan balas jasa yang setimpal dengan jerih payahnya yang telah dikontribusikannya bagi perusahaan.

2.      Ada tidaknya keteladanan pimpinan dalam perusahaan

Keteladanan pimpinan sangat penting sekali karena dalam lingkungan perusahaan seluruh karyawan akan selalu memperhatikan bagaimana pimpinan dapat menegakkan disiplin dirinya dan bagaimana ia dapat mengendalikan dirinya sendiri, ucapan, perbuatan, dan sikap yang dapat merugikan aturan disiplin yang telah ditetapkan.

3.      Ada tidaknya aturan pasti yang dapat dijadikan pegangan

Pembinaan disiplin tidak akan dapat terlaksana dalam perusahaaan jika tidak ada aturan tertulis yang pasti untuk dapat dijadikan pegangan bersama.

4.      Keberanian pimpinan dalam mengambil tindakan

Jika ada seorang karyawan yang melanggar disiplin, maka perlu ada keberanian pimpinan untuk mengambil tindakan yang sesuai degan pelanggaran yang dibuatnya.

5.      Ada tidaknya pengawasan pimpinan

Dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan perlu ada pengawasan yang akan mengarahkan karyawan agar dapat melaksanakan pekerjaan dengan tepat dan sesuai dengan yang telah ditetapkan.

6.      Ada tidaknya perhatian kepada karyawan

Karyawan adalah manusia yang mempunyai perbedan karakter antara yang satu dengan yang lain.

7.     Diciptakan kebiasaan-kebiasaan yang mendukung tegaknya disiplin. Kebiasaan-kebiasaan positif itu antara lain adalah sebagai berikut: Saling menghormati, bila ketemu di lingkungan perkerjaan. Melontarkan pujian sesuai dengan tempat dan waktunya, sehingga para pegawai akan turut merasa bangga dengan pujian tersebut.Sering mengikutsertakan pegawai dalam pertemuan-pertemuan, apalagi pertemuan yang berkaitan dengan nasib dan pekerjaan mereka. Memberi tahu bila ingin meninggalkan tempat kerja kepada rekan kerja, dengan menginformasikan, ke mana dan untuk urusan apa, walaupun kepada bawahan sekalipun.

Jufrizen (2018) menyatakan bahwa disiplin kerja yang baik adalah apabila karyawan mematuhi peraturan yaitu karyawan datang tepat waktu, tertib, dan teratur. Tepat waktu, tertib, dan teratur menentukan bahwa karyawan tersebut memiliki disiplin kerja yang tinggi sehingga memberi pengaruh terhadap kinerja karyawan tersebut. Kedua, berpakaian rapi yang didukung dengan seragam yang sesuai dengan atribut yang telah ditentukan. Karyawan yang menggunakan seragam dan atribut yang telah ditentukan menandakan bahwa karyawan tersebut mematuhi peraturan perusahaan. Hal ini juga dapat memberikan kepercayaan diri kepada karyawan sehingga kinerja karyawan tersebut meningkat. Ketiga, mengikuti cara kerja yang ditentukan oleh perusahaan.  Karyawan yang mengikuti cara kerja yang ditentukan oleh perusahaan, maka disiplin kerja karyawan memberikan pengaruh terhadap kinerjanya. Keempat, memiliki tanggung jawab yang tinggi. Tanggung jawab yang tinggi mempengaruhi disiplin kerja. Karyawan yang memiliki tanggung jawab terhadap segala sesuatu menandakan bahwa karyawan tersebut memiliki tingkat disiplin kerja yang tinggi (Inbar et al, 2018).

Sedangkan disiplin yang dikemukakan oleh Sya’roni (2018) didefinisikan sebagai suatu sikap mental, ketaatan, tanggung jawab, kemampuan, ketepatan waktu, dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan dari perusahaan baik yang tertulis maupun tidak tertulis.

Indikator Disiplin Kerja

Tyas & Suharyono (2018) menyatakan bahwa lima kedisiplinan dapat membentuk organisasi pembelajaran. Kelima disiplin tersebut antara lain:

1.      Visi bersama

Visi Bersama berarti semua karyawan di perusahaan berbagi visi yang sama tentang ke mana organisasi harus pergi (bukan pernyataan visi di mana manajemen telah menulis ke mana organisasi harus pergi). Hanya ketika visi itu asli dan dibagikan, karyawan akan secara otomatis berpartisipasi dalam proses peningkatan untuk membuat perusahaan lebih dekat untuk mencapai visinya.

2.      Model mental

Model mental menggambarkan praduga dan generalisasi yang dimiliki orang-orang yang mempengaruhi tindakan. Langkah pertama dalam membuat orang mengubah model mental adalah dengan membuat orang merefleksikan perilaku dan keyakinan. Model mental tersebut meliputi keterbukaan, dan jujur ​​tentang apa yang dibutuhkan.

3.      Penguasaan pribadi

Penguasaan pribadi menguraikan kekuatan orang untuk menjadi proaktif dan terus belajar untuk terus mencapai hasil yang penting. Dua faktor yang penting dalam disiplin ini adalah mendefinisikan apa yang penting bagi dirinya dan mampu melihat realitas saat ini sebagaimana adanya.

4.      Pembelajaran tim

Pembelajaran tim mencakup dua aspek yaitu kerja tim yang efektif menghasilkan hasil yang tidak dapat dicapai oleh individu dan individu dalam tim belajar lebih banyak dan lebih cepat daripada yang tanpa tim. Para anggota tim harus bersedia mengubah model mental dan terbuka untuk belajar dari rekan-rekan.

5.      Sistem berfikir

Sistem berfikir digunakan untuk menganalisis pola dalam suatu organisasi dengan melihatnya dari sudut pandang holistik daripada bagian-bagian kecil yang tidak dapat dikendalikan.

 Note: Jika menggunakan tulisan ini tolong di edit, hargai yang membuat tulisan. Paling tidak dirubah atau di bolak balik kalimatnya. Bikintugas melayani jasa pembuatan artikel dari skripsi tesis dan disertasi, ppt ujian, terjemah, mengurangi plagiasi, dll

Daftar Pustaka

Sutanto, E. M., & Suwondo, D. I. (2015). Hubungan lingkungan kerja, disiplin kerja, dan kinerja karyawan. Jurnal manajemen dan kewirausahaan17(2), 135-144.

Nurjaya, N., Sunarsi, D., Effendy, A. A., Teriyan, A., & Gunartin, G. (2021). Pengaruh Etos Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Kehutanan Dan Perkebunan Kota Bogor. JENIUS (Jurnal Ilmiah Manajemen Sumber Daya Manusia)4(2), 172-184.

Nasir, M., Taufan, R. R., Fadhil, M., & Syahnur, M. H. (2021). Budaya Organisasi Dan Disiplin Kerja Serta Pengaruhnya Terhadap Kinerja Karyawan. AkMen JURNAL ILMIAH18(1), 71-83.

Isvandiari, A., & Al Idris, B. (2018). Pengaruh Kepemimpinan Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Central Capital Futures Cabang Malang. Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi Asia12(1), 17-22.

Jufrizen, J. (2018). Peran motivasi kerja dalam memoderasi pengaruh kompensasi dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan. The National Conference on Management and Business (NCMAB) 2018.

Tyas, R. D., & Suharyono, B. S. (2018). pengaruh disiplin kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan (studi pada karyawan PT. pertamina (persero) refinery unit IV cilacap). Jurnal Administrasi Bisnis62(1), 172-180.

Inbar, N. R. D., Astuti, E. S., & Sulistyo, M. (2018). Pengaruh lingkungan kerja terhadap disiplin kerja dan semangat kerja karyawan (Studi pada Karyawan PDAM Kota Malang). Jurnal Administrasi Bisnis58(2), 84-92.

Sya’roni, S., Herlambang, T., & Cahyono, D. (2018). Dampak Motivasi, Disiplin Kerja Dan Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru. Jurnal Sains Manajemen dan Bisnis Indonesia8(2).