Slider 1 mini Slider 2 mini

Minggu, 17 Oktober 2021

Sekilas Tentang Persepsi Konsumen, Kualitas Produk, dan Pengetahuan Produk

Filled under:

 


Persepsi konsumen

Sulistyowati et al., (2020) mengatakan bahwa penilaian seorang konsumen didasarkan pada persepsi konsumen, bukan berdasarkan kriteria obyektif seperti apa dan seharusnya pelayanan diberikan. Realitas obyektif dari suatu produk atau jasa tidak sepenting persepsi konsumenterhadap produk atau jasa tersebut. (Anhar & Haryati, 2020) mengatakan bahwa persepsi adalah proses di mana seseorang memilih, mengatur, dan menginterpretasi rangsangan menjadi sesuatu yang memiliki arti dan gambaran dari lingkungan. Persepsi adalah proses penerimaan informasi melalui lima panca indera manusia, yang kemudian diberi makna oleh konsumen. Stimuli yang didapat oleh konsumen dapat membentuk persepsi yang berbeda-beda antar konsumen yang satu dengan konsumen yang lain, oleh karena pembentukan persepsi melewati tiga proses (Febrida & Oktavianti, 2020) yaitu:

1.  Selective exposure: Seseorang hanya akan menerima rangsangan yang berkenan dengan kebutuhan dan keinginan mereka.

2.  Selective attention: Seseorang hanya akan memperhatikan rangsangan   yang cocok dan berkenaan dengan kebutuhan mereka.

3. Selective interpretation: Seseorang hanya akan menerima informasi yang kemudian diinterpretasikan sesuai dengan pemahamannya sendiri. Konsumen akan bertindak dan bereaksi berdasarkan atas persepsi mereka, bukan pada kenyataan yang sebenarnya dan hal itu akan mempengaruhi keputusan konsumen dalam melakukan kunjungan ulang/niat beli ulang. Jika persepsi konsumen itu bagus, maka besar kemungkinan konsumen akan melakukan kunjungan ulang. Jika persepsi konsumen terhadap pelayanan itu jelek, maka besar kemungkinan konsumen tidak akan melakukan kunjungan ulang lagi dan hal tersebut dalam jangka panjang mempengaruhi perusahaan dengan negatif.

 

Kualitas Produk

Menurut (Sunardi & Suprianto, 2020) kualitas produk yaitu produk yang mampu memperagakan fungsi secara baik kepada konsumen.Kualitas dibutuhkan untuk mencapai kualitas produk yang diinginkan. Cara ini dimaksudkan untuk menjaga agar produk yang dihasilkan memenuhi standar yang telah ditetapkan sehingga konsumen tidak akan kehilangan kepercayaan terhadap produki yang bersangkutan. Menurut Tjiptono & Diana (2020) terdapat beberapa dimensi kualitas produk yang terdiri dari : (2017)

1) Daya tahan (Durability), berhubungan dengan berapa lama umur produk bertahan sebelum produk tersebut harus diganti.

2) Kesesuaian dengan spesifikasi (performance to specifications), berhubungan dengan kemampuan produk untuk memenuhi spesifikasi

3) Reliabilitas (reliability), terkait dengan berhubungan produk dapat memuaskan atau tidak ditemukannya cacat dalam produk.

4)   Estetika (aesthetics), berhubungan dengan bagaimana penampilan produk dapat menjadi daya tarik


Pengetahuan Produk

Pengetahuan produk memiliki peran yang penting dalam meneliti tentang perilaku pembelian suatu produk. Konsumen perlu mengetahui karakteristik suatu produk. Pengetahuan konsumen terhadap produk didefinisikan sebagai pengetahuan mengenai berbagai informasi yang dimiliki konsumen tentang karakteristik produk, seperti kelas produk, merek, dan model/fitur (Irvanto & Sujana, 2020).   Menurut Nastiti (2020) pengetahuan produk adalah konsumen memiliki persepsi terhadap produk tertentu, termasuk pengalaman sebelumnya menggunakan produk. Pengetahuan produk (product knowledge) adalah kumpulan berbagai macam informasi mengenai produk Satria & Oetomo (2016).  Menurut Nastiti (2020) Pengetahuan produk memiliki Indikator meliputi:

1.      ketegori produk

2.      atribut atau ciri produk

3.      kepercayaan tentang produk secara umum

4.      merek secara spesifik

Note:

Bikintugaas menyediakan jasa pembuatan artikel jurnal, cek plagiasi, mengurangi plagiasi dll. Pastikan jika menggunakan tulisan ini untuk di edit.

Daftar Pustaka

Sulistyowati, R., Paais, L., & Rina, R. (2020). Persepsi Konsumen Terhadap Penggunaan Dompet Digital. ISOQUANT: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi4(1), 17-34. 

Anhar, R. A., & Haryati, I. (2020). ANALISIS PERSEPSI KONSUMEN PADA PEMASARAN DI MEDIA ONLINE. Jurnal Dimensi9(3), 412-421.

Febrida, R., & Oktavianti, R. (2020). Pengaruh Terpaan Iklan di Media Sosial Youtube terhadap Persepsi Konsumen (Studi terhadap Pelanggan Iklan Tiket. com di Youtube). Prologia4(1), 179-185.

Sunardi, A. T. P., & Suprianto, E. (2020). Pengendalian Kualitas Produk Pada Proses Produksi Rib A320 Di Sheet Metal Forming Shop. Jurnal Industri Elektro dan Penerbangan5(2).

Tjiptono, F., & Diana, A. (2020). Pemasaran. Jakarta: Gramedia

Irvanto, O., & Sujana, S. (2020). Pengaruh Desain Produk, Pengetahuan Produk, Dan Kesadaran Merek Terhadap Minat Beli Produk Eiger. Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan8(2), 105-126.

Nastiti, N., Hartono, A., & Ulfah, I. F. (2020). Pengaruh religiusitas, pengetahuan perbankan, pengetahuan produk perbankan, pengetahuan pelayanan perbankan, dan pengetahuan bagi hasil terhadap preferensi menggunakan jasa perbankan syariah. ASSET: Jurnal Manajemen dan Bisnis1(1).

Satria, A. B., & Oetomo, H. W. (2016). Pengaruh Kualitas Pelayanan, Product Knowledge dan WOM terhadap Proses Pengambilan Keputusan Pembelian. Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen (JIRM)5(5).


Posted By | Admin Bikintugas Oktober 17, 2021

Kamis, 14 Oktober 2021

Belajar Lebih dalam Definisi, Faktor, dan Indikator Disiplin Kerja

Filled under:

 


Definisi Disiplin Kerja

            Kedisiplinan merupakan fungsi operasional manajemen sumber daya manusia yang terpenting karena semakin baik disiplin kerja karyawan maka semakin baik kinerja yang dapat dicapai. Tanpa disiplin yang baik, sulit bagi organisasi untuk mencapai hasil yang optimal. Kedisiplinan merupakan faktor yang utama yang diperlukan sebagai alat peringatan terhadap karyawan yang tidak mau berubah sifat dan perilakunya sehingga karyawan dikatakan memiliki disiplin yang baik jika karyawan tersebut memiliki rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan kepadanya. Definisi disiplin kerja yaitu suatu sikap atau perilaku dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan atau instansi yang bersangkutan baik secara tertulis maupun tidak tertulis (Sutanto & Suwondo, 2015). Hal ini serupa dengan pendapat Nurjaya et al, (2021)  bahwa disiplin kerja adalah sikap mental untuk memenuhi atau menaati suatu kaidah baik tertulis maupun tidak terulis yang didasarkan atas kebenaran manfaat. Nasir et al, (2021) mengemukakan bahwa disiplin organisasi merupakan tindakan manajemen untuk mendorong para anggota organisasi memenuhi tuntutan berbagai ketentuan tersebut. Disiplin karyawan adalah salah satu bentuk pelatiihan yang berusaha memperbaiki dan membentuk pengetahuan, sikap mental, kemampuan, dan perilaku karyawan sehingga para karyawan tersebut secara sukarela berusaha bekerja secara kooperatif dan meningkatkan prestasi kerjanya. Dari beberapa pengertian disiplin kerja yang dikemukakan oleh beberapa ahli dapat disimpulkan bahwa sikap kesadaran, kerelaan, dan kesediaan seorang dalam mematuhi dan menaati peraturan dan norma-norma sosial yang berlaku di lingkungan sekitar.

 

Faktor Disiplin Kerja

Menurut Isvandiari & Al Idris, (2018) faktor yang mempengaruhi disiplin karyawan yaitu:

1.      Besar kecilnya pemberian kompensasi

Besar kecilnya pemberian kompensasi dapat mempengaruhi tegaknya disiplin. Para karyawan akan mematuhi segala peraturan yang berlaku, jika ia merasa mendapat jaminan balas jasa yang setimpal dengan jerih payahnya yang telah dikontribusikannya bagi perusahaan.

2.      Ada tidaknya keteladanan pimpinan dalam perusahaan

Keteladanan pimpinan sangat penting sekali karena dalam lingkungan perusahaan seluruh karyawan akan selalu memperhatikan bagaimana pimpinan dapat menegakkan disiplin dirinya dan bagaimana ia dapat mengendalikan dirinya sendiri, ucapan, perbuatan, dan sikap yang dapat merugikan aturan disiplin yang telah ditetapkan.

3.      Ada tidaknya aturan pasti yang dapat dijadikan pegangan

Pembinaan disiplin tidak akan dapat terlaksana dalam perusahaaan jika tidak ada aturan tertulis yang pasti untuk dapat dijadikan pegangan bersama.

4.      Keberanian pimpinan dalam mengambil tindakan

Jika ada seorang karyawan yang melanggar disiplin, maka perlu ada keberanian pimpinan untuk mengambil tindakan yang sesuai degan pelanggaran yang dibuatnya.

5.      Ada tidaknya pengawasan pimpinan

Dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan perlu ada pengawasan yang akan mengarahkan karyawan agar dapat melaksanakan pekerjaan dengan tepat dan sesuai dengan yang telah ditetapkan.

6.      Ada tidaknya perhatian kepada karyawan

Karyawan adalah manusia yang mempunyai perbedan karakter antara yang satu dengan yang lain.

7.     Diciptakan kebiasaan-kebiasaan yang mendukung tegaknya disiplin. Kebiasaan-kebiasaan positif itu antara lain adalah sebagai berikut: Saling menghormati, bila ketemu di lingkungan perkerjaan. Melontarkan pujian sesuai dengan tempat dan waktunya, sehingga para pegawai akan turut merasa bangga dengan pujian tersebut.Sering mengikutsertakan pegawai dalam pertemuan-pertemuan, apalagi pertemuan yang berkaitan dengan nasib dan pekerjaan mereka. Memberi tahu bila ingin meninggalkan tempat kerja kepada rekan kerja, dengan menginformasikan, ke mana dan untuk urusan apa, walaupun kepada bawahan sekalipun.

Jufrizen (2018) menyatakan bahwa disiplin kerja yang baik adalah apabila karyawan mematuhi peraturan yaitu karyawan datang tepat waktu, tertib, dan teratur. Tepat waktu, tertib, dan teratur menentukan bahwa karyawan tersebut memiliki disiplin kerja yang tinggi sehingga memberi pengaruh terhadap kinerja karyawan tersebut. Kedua, berpakaian rapi yang didukung dengan seragam yang sesuai dengan atribut yang telah ditentukan. Karyawan yang menggunakan seragam dan atribut yang telah ditentukan menandakan bahwa karyawan tersebut mematuhi peraturan perusahaan. Hal ini juga dapat memberikan kepercayaan diri kepada karyawan sehingga kinerja karyawan tersebut meningkat. Ketiga, mengikuti cara kerja yang ditentukan oleh perusahaan.  Karyawan yang mengikuti cara kerja yang ditentukan oleh perusahaan, maka disiplin kerja karyawan memberikan pengaruh terhadap kinerjanya. Keempat, memiliki tanggung jawab yang tinggi. Tanggung jawab yang tinggi mempengaruhi disiplin kerja. Karyawan yang memiliki tanggung jawab terhadap segala sesuatu menandakan bahwa karyawan tersebut memiliki tingkat disiplin kerja yang tinggi (Inbar et al, 2018).

Sedangkan disiplin yang dikemukakan oleh Sya’roni (2018) didefinisikan sebagai suatu sikap mental, ketaatan, tanggung jawab, kemampuan, ketepatan waktu, dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan dari perusahaan baik yang tertulis maupun tidak tertulis.

Indikator Disiplin Kerja

Tyas & Suharyono (2018) menyatakan bahwa lima kedisiplinan dapat membentuk organisasi pembelajaran. Kelima disiplin tersebut antara lain:

1.      Visi bersama

Visi Bersama berarti semua karyawan di perusahaan berbagi visi yang sama tentang ke mana organisasi harus pergi (bukan pernyataan visi di mana manajemen telah menulis ke mana organisasi harus pergi). Hanya ketika visi itu asli dan dibagikan, karyawan akan secara otomatis berpartisipasi dalam proses peningkatan untuk membuat perusahaan lebih dekat untuk mencapai visinya.

2.      Model mental

Model mental menggambarkan praduga dan generalisasi yang dimiliki orang-orang yang mempengaruhi tindakan. Langkah pertama dalam membuat orang mengubah model mental adalah dengan membuat orang merefleksikan perilaku dan keyakinan. Model mental tersebut meliputi keterbukaan, dan jujur ​​tentang apa yang dibutuhkan.

3.      Penguasaan pribadi

Penguasaan pribadi menguraikan kekuatan orang untuk menjadi proaktif dan terus belajar untuk terus mencapai hasil yang penting. Dua faktor yang penting dalam disiplin ini adalah mendefinisikan apa yang penting bagi dirinya dan mampu melihat realitas saat ini sebagaimana adanya.

4.      Pembelajaran tim

Pembelajaran tim mencakup dua aspek yaitu kerja tim yang efektif menghasilkan hasil yang tidak dapat dicapai oleh individu dan individu dalam tim belajar lebih banyak dan lebih cepat daripada yang tanpa tim. Para anggota tim harus bersedia mengubah model mental dan terbuka untuk belajar dari rekan-rekan.

5.      Sistem berfikir

Sistem berfikir digunakan untuk menganalisis pola dalam suatu organisasi dengan melihatnya dari sudut pandang holistik daripada bagian-bagian kecil yang tidak dapat dikendalikan.

 Note: Jika menggunakan tulisan ini tolong di edit, hargai yang membuat tulisan. Paling tidak dirubah atau di bolak balik kalimatnya. Bikintugas melayani jasa pembuatan artikel dari skripsi tesis dan disertasi, ppt ujian, terjemah, mengurangi plagiasi, dll

Daftar Pustaka

Sutanto, E. M., & Suwondo, D. I. (2015). Hubungan lingkungan kerja, disiplin kerja, dan kinerja karyawan. Jurnal manajemen dan kewirausahaan17(2), 135-144.

Nurjaya, N., Sunarsi, D., Effendy, A. A., Teriyan, A., & Gunartin, G. (2021). Pengaruh Etos Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Kehutanan Dan Perkebunan Kota Bogor. JENIUS (Jurnal Ilmiah Manajemen Sumber Daya Manusia)4(2), 172-184.

Nasir, M., Taufan, R. R., Fadhil, M., & Syahnur, M. H. (2021). Budaya Organisasi Dan Disiplin Kerja Serta Pengaruhnya Terhadap Kinerja Karyawan. AkMen JURNAL ILMIAH18(1), 71-83.

Isvandiari, A., & Al Idris, B. (2018). Pengaruh Kepemimpinan Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Central Capital Futures Cabang Malang. Jurnal Ilmiah Bisnis dan Ekonomi Asia12(1), 17-22.

Jufrizen, J. (2018). Peran motivasi kerja dalam memoderasi pengaruh kompensasi dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan. The National Conference on Management and Business (NCMAB) 2018.

Tyas, R. D., & Suharyono, B. S. (2018). pengaruh disiplin kerja dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan (studi pada karyawan PT. pertamina (persero) refinery unit IV cilacap). Jurnal Administrasi Bisnis62(1), 172-180.

Inbar, N. R. D., Astuti, E. S., & Sulistyo, M. (2018). Pengaruh lingkungan kerja terhadap disiplin kerja dan semangat kerja karyawan (Studi pada Karyawan PDAM Kota Malang). Jurnal Administrasi Bisnis58(2), 84-92.

Sya’roni, S., Herlambang, T., & Cahyono, D. (2018). Dampak Motivasi, Disiplin Kerja Dan Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru. Jurnal Sains Manajemen dan Bisnis Indonesia8(2).

Posted By | Admin Bikintugas Oktober 14, 2021

Terbaik Makasar: Jasa Menurunkan Plagiasi Turnitin KTI Skripsi Tesis dan Disertasi

Filled under:

Di makasar bikintugas menjadi salah satu jasa yang banyak dicari oleh barbagai kalangan mahasiswa di seluruh universitas. Tidak hanya itu bikintugas juga sudah berdiri sejak 5 tahun yang lalu melayani mahasiswa seluruh indonesia. Banyak pelanggan kami yang berasal dari perguruan tinggin antara lain dari  Universitas muslim indonesia, Universitas atma jaya makassar, Universitas fajar (UNIFA), Universitas muhammadiyah makasar, Universitas kristen indonesia paulus, Universitas pepabri makassar, Universitas bosowa makassar, Universitas Sawerigading Makassar, Universitas satria makassar, Universitas pancasakti, Universitas cokroaminoto, Universitas Veteran RI, Universitas islam al-gazali (univ. Islam makassar), Universitas teknologi sulawesi (UTS), Universitas patria artha, Universitas indonesia timur, dan masih banyak lagi.

Menurunkan plagiasi merupakan salah satu kewajiban yang dilakukan mahasiswa karena banyak sekali yang menggunakan tulisan orang lain tanpa melakukan editing. Tentunya plagiasi tersebut dari karya tulis orang lain yang sudah dipublikasikan, sehingga plagiasi checker seperti tunitin yang kerjanya berdasarkan artikel yang sudah beredar di dunia maya dan yang sudah ada di database universitas yang bersangkutan membuat banyak tulisan yang terkena plagiasi yang cukup besar. Selain itu penggunaan kalimat bahasa yang kurang tepat juga merupakan penyumbang plagiasi karya tulis ilmiah yang sangat besar. Tentunya mengurangi plagiasi bukan perkara yang mudah. Anda harus melakukannya dengan hati - hati dan pemilihan kalimat yang tepat. Tidak jarang mereka yang melakukan sendiri hanya mampu mengurangi sekitar 5-10 persennya saja, padahal target yang harus dikurangi bisa sampai 30-60 persen dari tulisannya.

Kesulitan anda mengurangi plagiasi tidak perlu dikhawatirkan, karena ada jasa bikintugas yang dapat membantu anda mahasiswa yang ada di seluruh makasar untuk menggunakan jasa kami. Penurunan plagiasi kami lakukan dengan melakukan parafrase kalimat sehingga menjadi kalimat yang unik tanpa merubah maksud dari kalimat teersebut. Selain itu kami juga membantu anda jika ingin dibuatkan Power point untuk ujian, jurnal dari skripsi ataupun tesis, dan translate. 

Jika anda ingin menggunakan jasa kami cukup hubungi kami di tombol whatasap, maka akan langsung terhubung dengan kami atau di nomer di bawah ini:

Yuda Iswanto 

No Telp : 081515147161 (whatsap, sms, call)

E-mail : bikintugasku@gmail.com



Posted By | Admin Bikintugas Oktober 14, 2021

Terbaik di Kota Padang: Jasa Mengurangi Menurunkan Plagiasi Turnitin

Filled under:



Plagiasi yang tinggi merupakan permasalahan yang sering dihadapi kebanyakan mahasiswa di seluruh indonesia, karena tidak jarang mereka menggunakan tulisan yang sudah dipublikasikan untuk digunakan ulang. Plagiasi atau plagiarism berasal dari tulisan orang yang telah dipublikasikan baik melalui website ataupun jurnal, tentunya hal tersebut dikarenakan artikel atau tulisan tersebut telah terindex oleh google, sedangkan cara kerja plagiarism checker sepertihalnya turnitin itu berdasarkan artikel yang telah dipublikasikan dan terindex oleh google. Oleh karena itu jika anda tidak ingin tulisan anda terkena plagiasi maka wajib melakukan editing pada tulisan tersebut dengan menggunakan kalimat yang unik atau parafrase. Di kota padang bikintugas merupakan layanan terbaik buat anda untuk mengurangi plagiasi baik dari skripsi, plagiasi tesis, plagiasi disertasi, plagiasi jurnal ataupun plagiasi dari makalah anda.

Kepada pelanggan semua yang sedang berada di website bikintugas, merupakan pilihan yang tepat bagi anda untuk menggunakan jasa kami jika anda ingin mengurangi plagiasi. Banyak sekali jasa yang serupa tetapi belum tentu profesional seperti bikintugas. Bikintugas melakukan pekerjaan pengurangan plagiasi dengna parafrase kalimat atau dengan mengganti kata tertentu dengan kata lain yang semakna. Tentunya ini akan membuat tulisan menjadi lebih unik. Mengurangi plagiasi memang merupakan pekerjaan yang membosankan buat anda, tetapi ini merupakan keseharian kami. Kata kunci padang memang kita tujukan bagi seluruh mahasiswa yang sedang menempuh kuliah di kota Padang, tetapi kami juga melayani seluruh indonesia raya tercinta.

Bikintugas sudah berdiri selama 5 tahun lebih telah melayani seluruh indonesia raya dengan kualitas dan pelayanan yang profesional. Tidak hanya itu, disini anda juga bisa menggunakan jasa lain yang sudah kami sediakan. 

Yuda Iswanto
No Telp : 081515147161 (whatsap, sms, call)
E-mail : bikintugasku@gmail.com

Posted By | Admin Bikintugas Oktober 14, 2021

Sabtu, 09 Oktober 2021

Mengenal Istilah Ergonomi dan Tujuannya

Filled under:


Ergonomi merupakan gabungan dari beberapa ilmu lainnya yang mencakup sistem manusia, mesin, dan lingkungan yang saling berinteraksi (International Ergonomic Association), selain itu dalam ergonomi juga mempelajari tentang desain alat kerja dan lingkungan kerja yang sesuai dengan kapasitas dan keterbatasan manusia (Dewi, 2020). Kata ergonomi berasal dari bahasa Yunani. Menurut bahasa, ergonomi berasal dari kata ergon dan nomos. Ergon yang berarti kerja dan nomos yang berarti hukum atau aturan. Secara menyeluruh, ergonomi berati studi tentang aspek-aspek manusia dalam lingkungan kerja yang ditinjau secara anatomi, fisiologi, psikologi, engineering, manajemen, dan desain atau perancangan. Istilah ergonomi pertama kali dicetuskan pada tahun 1950 oleh sekelompok ahli medis, psikolog dan insinyur di United Kingdom untuk menjelaskan aplikasi multidisiplin ilmu yang dirancang untuk memecahkan masalah-masalah teknologi pada masa perang.

Ergonomi adalah ilmu kondisi tempat kerja, tuntutan pekerjaan dengan kemampuan pekerja (Putra & Waskito, 2020). Ergonomi mempertimbangkan kemampuan dan batas-batas pekerja saat mereka berinteraksi dengan peralatan, perlengkapan, cara bekerja, dan tugas di lingkungan pekerjaan. Setiap pekerja berbeda antara satu sama lain sehingga aturannya tidak sama untuk semua orang. Ergonomi mencakup semua aspek pekerjaan, dari fisik menekankan pada sendi, otot, saraf, tendon, dan tulang, dengan faktor-faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi pendengaran, penglihatan dan kenyamanan umum dan kesehatan. Merancang tempat kerja dengan pemahaman individu yang berbeda dalam ukuran dan kondisi fisik adalah langkah pertama dalam mengurangi kemungkinan cedera (UCHDHS, 2009). Tarwaka 2010, menyimpulkan bahwa Ergonomi adalah ilmu, seni dan penerapan teknologi untuk menyerasikan atau menyeimbangkan antara segala fasilitas yang digunakan baik dalam beraktivitas maupun beristirahat dengan segala kemampuan, kebolehan, dan keterbatasan manusia baik secara fisik maupun mental sehingga dicapai suatu kualitas hidup secara keseluruhan yang lebih baik.

 

Tujuan Ergonomi

Secara umum tujuan dari penerapan ergonomi adalah (Natosba & Jaji, 2016).

1.    Meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental tenaga kerja melalui upaya pencegahan cedera dan penyakit akibat kerja, menurunkan beban kerja fisik dan mental, mengupayakan promosi dan kepuasan kerja.

2.    Meningkatkan kesejahteraan sosial melalui peningkatan kualitas kontak sosial, mengelola dan mengkoordinir kerja secara tepat guna dan meningkatkan jaminan sosial baik selama kurun waktu usia produktif maupun setelah tidak produktif.

3.      Menciptakan keseimbangan antara berbagai aspek yaitu aspek teknis, ekonomis, antropologis dan budaya dari setiap sistem kerja yang dilakukan sehingga tercipta kualitas kerja dan kualitas hidup yang tinggi.

Ergonomi juga dapat digunakan dalam menelaah sistem manusia dan poduksi yang kompleks. Dapat ditentukan tugas apa yang diberikan kepada tenaga kerja dan yang mana kepada mesin. Dibawah ini dikemukakan beberapa prinsip ergonomi sebagai pegangan, antara lain (Suma’mur, 1996)

1.    Sikap tubuh dalam pekerjaan sangat dipengaruhi oleh bentuk, susunan, ukuran dan penempatan mesin-mesin, penempatan alat-alat penunjuk, cara-cara harus melayani mesin (macam, gerak, arah dan kekuatan).

2.     Dari sudut otot sikap duduk yang paling baik adalah sedikit membungkuk. Sedangkan dari sudut tulang duduk yang baik adalah duduk tegak agar punggung tidak bungkuk dan otot perut tidak lemas. Maka dianjurkan memilih sikap duduk yang tegak yang diselingi istirahat dan sedikit membungkuk

3.   Pekerjaan berdiri sedapat mungkin dirubah menjadi pekerjaan duduk. Dalam hal tidak mungkin kepada pekerja diberi tempat dan kesempatan untuk duduk.

4.    Arah penglihatan untuk pekerjaan berdiri adalah 23-37° kebawah. Arah penglihatan ini sesuai dengan sikap kepala yang istirahat (relaxed).

5.    Ruang gerak lengan ditentukan oleh punggung lengan seluruhnya dan lengan bawah. Pegangan-pegangan harus diletakkan, lebih-lebih bila sikap tubuh tidak berubah.

6.    Macam gerakan yang kontinu dan berirama lebih diutamakan, sedangkan gerakan yang sekonyong-konyong pada permulaan dan berhenti dengan paksa sangat melelahkan. Gerakan ke atas harus dihindarkan, berilah papan penyokong pada sikap lengan yang melelahkan. Hindarkan getaran-getaran kuat pada kaki dan lengan.

7.    Pembebanan sebaiknya dipilih yang optimum, yaitu beban yang dapat dikerjakan dengan pengerahan tenaga paling efisien. Beban fisik maksimum telah ditentukan oleh ILO sebesar 50kg.Cara mengangkat dan menolak hendaknya memperhatikan hukum-hukum ilmu gaya dan dihindarkan penggunaan tenaga yang tidak perlu. Beban hendaknya menekan langsung pada pinggul yang mendukungnya.

8.      Kemampuan seseorang bekerja seharinya adalah 8-10 jam, lebih dari itu efisien dan kualitas kerja sangat menurun.


Note:

        Jika ingin menggunakan tulisan ini pastikan untuk melakukan editing agar tidak terkena plagiasi, jangan asal kopas. Bikintugas melayani jasa pembuatan PPT ujian, editing skripsi - disertasi sesuai dengan pedoman masing-masing universitas.

 Daftar Pustaka

Dewi, N. F. (2020). Identifikasi risiko ergonomi dengan metode Nordic Body Map terhadap perawat Poli RS X. Jurnal Sosial Humaniora Terapan2(2).

Natosba, J., & Jaji, J. (2016). Pengaruh Posisi Ergonomis terhadap Kejadian Low Back Pain Pada Penenun Songket di Kampung BNI 46. Jurnal Keperawatan Sriwijaya3(2), 8-16.

Putra, E. S., & Waskito, M. A. (2020). Konsep ergonomi kultural nusantara dalam pendidikan dasar Desain Produk ITENAS. Productum: Jurnal Desain Produk (Pengetahuan dan Perancangan Produk)3(8), 291-298.

Posted By | Admin Bikintugas Oktober 09, 2021

Peran dan Tanggung Jawab yang Harus dimiliki Guru SD

Filled under:



Peran dan Tanggung Jawab Guru SD

Selain siswa sebagai pihak yang belajar, di setiap sekolah juga pasti ada guru yang berperan sebagai pendidik dan pengajar. Guru adalah salah satu elemen kunci di sekolah manapun. Guru bertugas untuk melaksanakan pembelajaran yang efektif. Pembelajaran efektif itu sendiri merupakan penggerak utama untuk tercapainya sekolah yang terus berkembang (Wahyono et al, 2020).  Guru berkewajiban untuk melaksanakan pembelajaran yang baik, yaitu yang dapat mengarahkan pada peningkatan dan perkembangan siswa. Jika suatu pembelajaran sudah dapat memfasilitasi perkembangan siswa, pembelajaran dapat dikatakan efektif. (Menurut Illahi, 2020) ada enam unsur yang dapat mendukung pembelajaran yang efektif. Sehingga, guru yang profesional seharusnya memiliki kemampuan dalam hal berikut.

a.      Penguasaan pengetahuan pedagogis (pedagogical conten knowledge)

Selain menguasai materi yang diajarkan kepada siswa, guru juga harus mempunyai pemahaman mendalam tentang bagaimana metode untuk membelajarkan siswa, mengevaluasi hasil belajar siswa, mengidentifikasi miskonsepsi, dan sebagainya (Nur, 2020).

b.     Melakukan pembelajaran berkualitas

Keterampilan guru dalam mengajar seperti bagaimana bertanya secara efektif, menggunakan alat penilaian, dan sebagainya adalah hal yang penting agar pembelajaran menjadi berkualitas (Pujiasih, 2020).

c.      Mengatur iklim pembelajaran di kelas yang mendukung

Iklim di kelas akan mendukung pembelajaran jika interaksi antara guru dan siswa terjadi dengan baik. Sebenarnya, tidak hanya suasana di kelas yang penting untuk dikelola oleh guru. Faktor lingkungan belajar adalah semua aspek yang ada di sekitar siswa di sekolah yang dapat mempengaruhi proses belajar mengajar. Jadi, pengertian lingkungan belajar tidak hanya sebatas suasana ruang kelas, namun juga mencakup aspek bagaimana proses dan metode yang digunakan guru dalam pembelajaran dan sikap antar siswa dalam kegiatan belajar. Bisa atau tidaknya siswa belajar dengan baik tergantung dari lingkungan belajar yang disediakan oleh guru untuk siswa (Sari & Rusmin, 2018).  Di negara-negara berkembang, lingkungan belajar yang tidak kondusif adalah salah satu faktor utama yang menyebabkan rendahnya kinerja siswa di sekolah dasar. Aspek fisik sekolah misalnya pencahayaan, kualitas udara, dan kebisingan yang buruk dapat menyebabkan siswa tidak berkonsentrasi. Tidak hanya siswa, lingkungan yang tidak mendukung juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan guru dalam bekerja sehingga kegiatan belajar mengajar tidak efektif.

d.      Melakukan manajemen kelas dengan baik

Guru harus dapat memanfaatkan waktu yang dialokasikan dalam pembelajaran seefisien mungkin. Selain itu, manajemen kelas juga mencakup penggunaan sumber belajar dan ruang belajar yang terkoordinasi dengan baik, serta mengatur perilaku siswa dengan aturan yang jelas dan konsisten. Komponen-komponen tersebut adalah faktor lingkungan pendukung pembelajaran yang baik. Pentingnya manajemen kelas yang baik pada guru di pendidikan dasar (SD) juga disebutkan oleh (Efendi & Gustriani, 2020). Jika guru dapat melakukan manajemen kelas dengan baik, maka tidak akan ada perbedaan capaian belajar ataupun perkembangan sosio-emosional antara siswa yang berbeda kemampuan akademik, perilaku, motivasi, dan faktor-faktor lainnya. Faktor-faktor lainnya itu juga termasuk jenis kelamin, status sosial ekonomi, maupun perilaku yang dimiliki. Dengan demikian, patutlah untuk dicatat bahwa manajemen kelas adalah intervensi penting yang harus dilakukan untuk meningkatkan capaian belajar siswa.

e.       Memiliki keyakinan tertentu dalam praktik pembelajaran

Guru perlu memiliki keyakinan tertentu tentang praktik pembelajaran. Keyakinan tersebut yang meliputi teori belajar, konsep belajar dan pembelajaran, penting dalam menentukan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

f.        Menunjukkan perilaku profesional

Perilaku profesional guru sangat diperlukan, yang mencakup refleksi diri, pengembangan profesionalitas, saling mendukung sesama kolega, serta bekerja sama dan berkomunikasi dengan orang tua siswa (Kristiawan & Rahmat, 2018).


Daftar Pustaka

Wahyono, P., Husamah, H., & Budi, A. S. (2020). Guru profesional di masa pandemi COVID-19: Review implementasi, tantangan, dan solusi pembelajaran daring. Jurnal pendidikan profesi guru1(1), 51-65.

Illahi, N. (2020). Peranan Guru Profesional dalam Peningkatan Prestasi Siswa dan Mutu Pendidikan di Era Milenial. Jurnal Asy-Syukriyyah21(1), 1-20.

Nur, A. A. (2020). Meningkatkan kompetensi pedagogik guru di SD yayasan Mutiara Gambut. Jurnal Bahana Manajemen Pendidikan2(1), 65-72.

Pujiasih, E. (2020). Membangun generasi emas dengan variasi pembelajaran online di masa pandemi covid-19. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru5(1), 42-48.

Sari, D. P., & Rusmin, A. R. (2018). Pengaruh iklim kelas terhadap motivasi belajar peserta didik di sman3 tanjung raja. Jurnal PROFIT Kajian Pendidikan Ekonomi dan Ilmu Ekonomi5(1), 80-88.

Efendi, R., & Gustriani, D. (2020). Manajemen kelas di sekolah dasar. Penerbit Qiara Media.

Kristiawan, M., & Rahmat, N. (2018). Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Inovasi Pembelajaran. Jurnal Iqra': Kajian Ilmu Pendidikan3(2), 373-390.

Posted By | Admin Bikintugas Oktober 09, 2021