Sabtu, 09 Oktober 2021

Peran dan Tanggung Jawab yang Harus dimiliki Guru SD

Filled under:



Peran dan Tanggung Jawab Guru SD

Selain siswa sebagai pihak yang belajar, di setiap sekolah juga pasti ada guru yang berperan sebagai pendidik dan pengajar. Guru adalah salah satu elemen kunci di sekolah manapun. Guru bertugas untuk melaksanakan pembelajaran yang efektif. Pembelajaran efektif itu sendiri merupakan penggerak utama untuk tercapainya sekolah yang terus berkembang (Wahyono et al, 2020).  Guru berkewajiban untuk melaksanakan pembelajaran yang baik, yaitu yang dapat mengarahkan pada peningkatan dan perkembangan siswa. Jika suatu pembelajaran sudah dapat memfasilitasi perkembangan siswa, pembelajaran dapat dikatakan efektif. (Menurut Illahi, 2020) ada enam unsur yang dapat mendukung pembelajaran yang efektif. Sehingga, guru yang profesional seharusnya memiliki kemampuan dalam hal berikut.

a.      Penguasaan pengetahuan pedagogis (pedagogical conten knowledge)

Selain menguasai materi yang diajarkan kepada siswa, guru juga harus mempunyai pemahaman mendalam tentang bagaimana metode untuk membelajarkan siswa, mengevaluasi hasil belajar siswa, mengidentifikasi miskonsepsi, dan sebagainya (Nur, 2020).

b.     Melakukan pembelajaran berkualitas

Keterampilan guru dalam mengajar seperti bagaimana bertanya secara efektif, menggunakan alat penilaian, dan sebagainya adalah hal yang penting agar pembelajaran menjadi berkualitas (Pujiasih, 2020).

c.      Mengatur iklim pembelajaran di kelas yang mendukung

Iklim di kelas akan mendukung pembelajaran jika interaksi antara guru dan siswa terjadi dengan baik. Sebenarnya, tidak hanya suasana di kelas yang penting untuk dikelola oleh guru. Faktor lingkungan belajar adalah semua aspek yang ada di sekitar siswa di sekolah yang dapat mempengaruhi proses belajar mengajar. Jadi, pengertian lingkungan belajar tidak hanya sebatas suasana ruang kelas, namun juga mencakup aspek bagaimana proses dan metode yang digunakan guru dalam pembelajaran dan sikap antar siswa dalam kegiatan belajar. Bisa atau tidaknya siswa belajar dengan baik tergantung dari lingkungan belajar yang disediakan oleh guru untuk siswa (Sari & Rusmin, 2018).  Di negara-negara berkembang, lingkungan belajar yang tidak kondusif adalah salah satu faktor utama yang menyebabkan rendahnya kinerja siswa di sekolah dasar. Aspek fisik sekolah misalnya pencahayaan, kualitas udara, dan kebisingan yang buruk dapat menyebabkan siswa tidak berkonsentrasi. Tidak hanya siswa, lingkungan yang tidak mendukung juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan guru dalam bekerja sehingga kegiatan belajar mengajar tidak efektif.

d.      Melakukan manajemen kelas dengan baik

Guru harus dapat memanfaatkan waktu yang dialokasikan dalam pembelajaran seefisien mungkin. Selain itu, manajemen kelas juga mencakup penggunaan sumber belajar dan ruang belajar yang terkoordinasi dengan baik, serta mengatur perilaku siswa dengan aturan yang jelas dan konsisten. Komponen-komponen tersebut adalah faktor lingkungan pendukung pembelajaran yang baik. Pentingnya manajemen kelas yang baik pada guru di pendidikan dasar (SD) juga disebutkan oleh (Efendi & Gustriani, 2020). Jika guru dapat melakukan manajemen kelas dengan baik, maka tidak akan ada perbedaan capaian belajar ataupun perkembangan sosio-emosional antara siswa yang berbeda kemampuan akademik, perilaku, motivasi, dan faktor-faktor lainnya. Faktor-faktor lainnya itu juga termasuk jenis kelamin, status sosial ekonomi, maupun perilaku yang dimiliki. Dengan demikian, patutlah untuk dicatat bahwa manajemen kelas adalah intervensi penting yang harus dilakukan untuk meningkatkan capaian belajar siswa.

e.       Memiliki keyakinan tertentu dalam praktik pembelajaran

Guru perlu memiliki keyakinan tertentu tentang praktik pembelajaran. Keyakinan tersebut yang meliputi teori belajar, konsep belajar dan pembelajaran, penting dalam menentukan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

f.        Menunjukkan perilaku profesional

Perilaku profesional guru sangat diperlukan, yang mencakup refleksi diri, pengembangan profesionalitas, saling mendukung sesama kolega, serta bekerja sama dan berkomunikasi dengan orang tua siswa (Kristiawan & Rahmat, 2018).


Daftar Pustaka

Wahyono, P., Husamah, H., & Budi, A. S. (2020). Guru profesional di masa pandemi COVID-19: Review implementasi, tantangan, dan solusi pembelajaran daring. Jurnal pendidikan profesi guru1(1), 51-65.

Illahi, N. (2020). Peranan Guru Profesional dalam Peningkatan Prestasi Siswa dan Mutu Pendidikan di Era Milenial. Jurnal Asy-Syukriyyah21(1), 1-20.

Nur, A. A. (2020). Meningkatkan kompetensi pedagogik guru di SD yayasan Mutiara Gambut. Jurnal Bahana Manajemen Pendidikan2(1), 65-72.

Pujiasih, E. (2020). Membangun generasi emas dengan variasi pembelajaran online di masa pandemi covid-19. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru5(1), 42-48.

Sari, D. P., & Rusmin, A. R. (2018). Pengaruh iklim kelas terhadap motivasi belajar peserta didik di sman3 tanjung raja. Jurnal PROFIT Kajian Pendidikan Ekonomi dan Ilmu Ekonomi5(1), 80-88.

Efendi, R., & Gustriani, D. (2020). Manajemen kelas di sekolah dasar. Penerbit Qiara Media.

Kristiawan, M., & Rahmat, N. (2018). Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui Inovasi Pembelajaran. Jurnal Iqra': Kajian Ilmu Pendidikan3(2), 373-390.